Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Obat Cacing untuk Anak 2 Tahun, Jangan Sembarangan!

ilustrasi cacingan pada anak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi cacingan pada anak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Beberapa hari belakangan ini, Indonesia digemparkan dengan kasus seorang anak yang meninggal dengan banyak cacing di dalam tubuhnya. Kasus ini berhasil membuka kesadaran masyarakat akan pentingnya mewaspadai penyakit cacingan. Meski menginfeksi segala usia, penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Gak heran, orangtua diimbau untuk memberikan obat cacing kepada anaknya sejak usia 2 tahun.

Di sisi lain, pemberian obat cacing kepada anak-anak tidak boleh sembarangan. Sebab, mereka masih sangat rentan, sehingga pemilihan obat, dosis, hingga waktu pemberiannya harus benar. Lantas, apa obat cacing yang aman untuk anak 2 tahun? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Tanda dan gejala cacingan pada anak

ilustrasi cacingan pada anak (pexels.com/MART  PRODUCTION)
ilustrasi cacingan pada anak (pexels.com/MART PRODUCTION)

Mengetahui tanda dan gejala cacing pada anak sangat penting agar dapat ditangani dengan cepat. Cacingan terjadi ketika anak menelan telur cacing dari makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tanda dan gejala cacing mungkin sedikit berbeda tergantung jenis cacingnya. Namun, ada gejala umum yang biasanya terjadi. Berikut tanda dan gejala cacingan pada anak:

  • Gatal di bagian anus yang disebabkan oleh telur cacing sehingga terjadi iritasi

  • Anak tidak bisa tidur nyenyak atau gangguan tidur

  • Gatal pada vagina dan keluar cairan

  • Sakit perut

  • Diare, mual, atau muntah

  • Gas dan kembung

  • Kelelahan

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

  • Nyeri perut atau nyeri tekan

2. Obat cacing untuk anak 2 tahun

ilustrasi anak minum obat cacing (pexels.com/Yang Krumah)
ilustrasi anak minum obat cacing (pexels.com/Yang Krumah)

Obat cacing tidak hanya untuk mengobati, tapi juga cara untuk mencegah risiko infeksi tersebut. WHO merekomendasikan agar anak-anak yang berusia 1–12 tahun mengonsumsi obat cacing dalam dosis tunggal sekali setahun. Namun untuk anak usia 1 tahun, penanganan cacingan harus disertai petunjuk dari dokter.

Obat cacing pada umumnya mengandung zat bernama albendazole atau mebendazole. Beberapa contoh merek obat cacing yang biasa digunakan adalah Combantrin, Konvermex, hingga Cerini. Untuk anak-anak di daerah dengan prevalensi infeksi cacing tanah 20 hingga kurang sari 50 persen, obat cacing bisa diminum sekali dalam setahun. Namun, jika prevalensinya mencapai 50 persen atau lebih, maka pemberian obat 2 kali dalam setahun atau setiap 6 bulan.

Perlu diingat bahwa penggunaan obat cacing sebaiknya mengikuti arahan atau resep dokter. Untuk mendapatkan penanganan dan jenis obat yang paling sesuai, sebaiknya lakukan konsultasi langsung agar tidak salah langkah.

3. Cara mencegah cacingan pada anak

ilustrasi cacingan pada anak (pexels.com/Helena Lopes)
ilustrasi cacingan pada anak (pexels.com/Helena Lopes)

Ketika anak cacingan dan tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat, maka cacing akan menyerap nutrisi pada tubuh anak. Akibatnya, anak bisa mengalami kurang gizi, stunting, anemia, sehingga tubuh tidak berkembang.

Selain minum obat cacing, ada beberapa cara untuk mencegah cacingan pada anak. Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

  • Selalu memakai toilet yang bersih dan tidak buang air besar di tempat terbuka

  • Jaga kebersihan lingkungan sekitar

  • Membiasakan mencuci tangan, khususnya sebelum makan dan sesudah dari toilet

  • Mengenakan sandal dan sepatu

  • Membersihkan buah serta sayuran dengan air bersih sebelum dimakan

  • Memasak makanan dengan benar sampai matang

  • Hindari konsumsi ikan dan daging mentah

  • Diamkan daging yang sudah matang selama 3 menit sebelum dipotong atau dikonsumsi

  • Membersihkan atau memanaskan ulang makanan yang sempat terjatuh ke lantai

Jadi, obat cacing yang dapat diberikan kepada anak berusia 2 tahun yang direkomendasikan WHO adalah albendazole atau mebendazole. Memastikan penanganan yang tepat saat anak cacingan menjadi hal penting agar infeksi tidak menyebar ke organ atau bahan tubuh lainnya.

Referensi

“Pinworms”. Cleveland Clinic. Diakses Agustus 2025.

“Intestinal worms: Types, symptoms, and prevention”. Healthline. Diakses Agustus 2025.

“Deworming school-age children—ELENA guidance”. World Health Organization. Diakses Agustus 2025.

“When should a child be dewormed?”. Paras Hospitals Blog. Diakses Agustus 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us