Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasien Ini Usus Halusnya Melilit Usus Besar Setelah Persalinan
ilustrasi operasi bedah, pembedahan, dokter bedah (IDN Times/NRF)
  • Ileosigmoid knotting merupakan kondisi langka ketika bagian usus saling melilit hingga membentuk simpul.

  • Lilitan dapat menyumbat usus sekaligus menghambat aliran darah, sehingga memerlukan operasi darurat.

  • Nyeri perut berat atau memburuk setelah melahirkan perlu segera diperiksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persalinannya berlangsung tanpa komplikasi. Namun, 3 hari setelah melahirkan, seorang perempuan berusia 30 tahun di Ethiopia datang ke rumah sakit dengan nyeri perut yang memburuk, muntah, perut membesar, serta tidak bisa buang air besar maupun kentut.

Kondisinya sudah kritis: tekanan darahnya tidak terukur. Saat operasi, dokter menemukan usus halusnya melilit bagian usus besar hingga membentuk simpul. Kasus ini dilaporkan dalam World Journal of Obstetrics and Gynecology.

Bagaimana usus bisa membentuk simpul?

Kondisi ini disebut ileosigmoid knotting. Bagian yang terlibat adalah ileum, yaitu bagian akhir usus halus, dan kolon sigmoid, bagian usus besar sebelum rektum. Salah satunya melilit bagian lainnya.

Bentuk anatomi tertentu dapat mempermudah terjadinya lilitan, termasuk usus halus yang sangat mudah bergerak dan kolon sigmoid yang memanjang.

Ketika simpul mengencang, isi usus tidak dapat lewat dan pembuluh darah dapat ikut terjepit. Jaringan yang kehilangan pasokan darah bisa rusak hingga mati. Kondisi ini dapat berkembang cepat dan menyebabkan syok, sehingga membutuhkan penanganan darurat.

Operasi untuk mengangkat bagian usus yang mati

ilustrasi operasi pembedahan (pexels.com/Anna Shvets)

Pada pasien ini, seluruh kolon sigmoid dan sekitar 60 sentimeter ileum telah mengalami kematian jaringan. Setelah memberikan cairan infus dan antibiotik, tim medis mengangkat bagian yang rusak serta membuat ileostomi sementara, yaitu lubang di perut untuk mengeluarkan isi usus ke kantong penampung.

Pasien pulang 6 hari setelah operasi. Ileostominya kemudian berhasil ditutup, dan pada pemantauan hingga 8 minggu setelah kepulangan dari operasi penutupan, ia dilaporkan pulih tanpa keluhan.

Apakah melahirkan menjadi penyebabnya?

Laporan ini mencatat kelainan anatomi usus dan kondisi pasien yang baru melahirkan sebagai faktor yang mungkin berperan. Namun, satu laporan kasus tidak membuktikan bahwa persalinan merupakan penyebab tunggal, maupun menunjukkan seberapa besar risikonya bagi ibu lain.

Tinjauan ilmiah juga menyebut penyebab kondisi ini melibatkan beberapa faktor. Kehamilan dapat mengubah ruang dan posisi organ di perut, tetapi simpul usus tetap merupakan kejadian yang sangat jarang dan juga dapat terjadi pada orang yang tidak hamil.

Nyeri berat setelah melahirkan jangan ditunggu reda sendiri

Nyeri perut berat yang menetap atau memburuk merupakan tanda bahaya selama kehamilan maupun setelah persalinan.

Muntah berat hingga tidak bisa mempertahankan cairan yang diminum, pingsan, dan sesak napas juga memerlukan pertolongan segera.

Jika mengalaminya, secepatnya cari pertolongan medis dan beri tahu petugas bahwa kamu baru melahirkan. Gejala tersebut tidak otomatis berarti usus membentuk simpul, tetapi penyebabnya perlu dinilai secepatnya.

Referensi

Wondwosen Mengist Dereje et al., “Ileosigmoid Knotting Causing Gangrenous Bowel Obstruction in a Postpartal Mother Presented with Septic Shock: A Case Report and Review of Literature,” World Journal of Obstetrics and Gynecology 15, no. 2 (2026): 118869, https://doi.org/10.5317/wjog.118869.

Sabri Selçuk Atamanalp, Rıfat Peksöz, and Esra Dişçi, “Sigmoid Volvulus and Ileosigmoid Knotting: An Update,” The Eurasian Journal of Medicine 54, suppl. 1 (2022): S91–S96, https://doi.org/10.5152/eurasianjmed.2022.22310.

Centers for Disease Control and Prevention, “Urgent Maternal Warning Signs and Symptoms,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article