ilustrasi lansia terkena serangan jantung (unsplash.com/jcomp)
Penyakit kardiovaskular merupakan kumpulan penyakit yang mempengaruhi kesehatan jantung atau pembuluh darah, termasuk di antaranya penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan beberapa penyakit lain. Beberapa penyakit kardiovaskular biasanya disebabkan oleh penumpukan plak pada dinding arteri. Meski gak menyebabkan penyakit langsung, polutan udara dapat memperburuk penyakit kardiovaskular. Dilansir United States Environmental Protection Agency, paparan konsentrasi PM2.5 yang meningkat selama beberapa jam hingga beberapa minggu pada pasien penyakit kardiovaskular dapat menyebabkan jantung berdebar, kelelahan tak biasa, pusing, sesak napas, nyeri dada, bahkan memicu serangan jantung dan kematian.
Paparan asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla memberikan dampak yang cukup serius. Ini bukan hanya pada mereka yang memang menderita sakit tertentu. Pada mereka yang sehat pun, paparan kabut asap dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan menyebabkan masalah kesehatan lain. Jika kamu mengalami berbagai gejala seperti batuk, mengi, atau sesak napas, jangan abaikan keluhan yang ada dan segera periksakan diri ke dokter.
Referensi
“Acute Respiratory Disease”. Healthline. Diakses September 2026.
“Air Pollution and Cardiovascular Disease Basics”. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses September 2026.
“Asthma”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.
“Asthma Attack”. Mayo Clinic. Diakses September 2026.
“Bronchitis”. Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
“Bronchitis”. Mayo Clinic. Diakses September 2026.
“Cardiovascular Disease”. Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
“Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)”. World Health Organization (WHO). Diakses September 2026.
“COPD”. Mayo Clinic. Diakses September 2026.