Takotsubo syndrome seringnya bisa pulih, tetapi bukan kondisi ringan. Pada fase akut, pasien bisa mengalami gagal jantung, gangguan irama jantung, gumpalan darah di bilik jantung, syok kardiogenik, bahkan kematian. Kondisi ini tidak mungkin dibedakan sendiri dari serangan jantung karena gejalanya bisa terlihat hampir sama.
Segera cari pertolongan darurat jika muncul:
Nyeri, tekanan, atau rasa berat di dada.
Sesak napas.
Keringat dingin.
Mual atau pusing.
Jantung berdebar atau detaknya tidak teratur.
Pingsan.
Jangan menunggu gejala mereda hanya karena muncul setelah pesta, kejutan, atau kabar bahagia. Dokter perlu melakukan elektrokardiogram, pemeriksaan darah, pencitraan jantung, dan kalau perlu memesan angiografi untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung serta penyebab berbahaya lainnya.
Laporan kasus ini menunjukkan bahwa tubuh bisa menanggapi kegembiraan ekstrem sebagai bentuk stres fisiologis. Namun, jangan takut merasa bahagia. Yang terpenting, waspada tanda-tandanya, nyeri dada dan sesak tidak boleh diabaikan, apa pun peristiwa yang mendahuluinya.
Referensi
Laith Rhabneh et al., “An Unexpected Sequel to Happiness: Happy Heart Syndrome,” Oxford Medical Case Reports 2026, no. 7 (2026): omag108, https://doi.org/10.1093/omcr/omag108.
Jelena-Rima Ghadri et al., “International Expert Consensus Document on Takotsubo Syndrome (Part I): Clinical Characteristics, Diagnostic Criteria, and Pathophysiology,” European Heart Journal 39, no. 22 (2018): 2032–2046, https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehy076.
Jelena R. Ghadri et al., “Happy Heart Syndrome: Role of Positive Emotional Stress in Takotsubo Syndrome,” European Heart Journal 37, no. 37 (2016): 2823–2829, https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehv757.
ScienceAlert, “Too Much Happiness Sent a Woman to the Emergency Room in an Incredibly Rare Case,” diakses Juli 2026.