Tindik bukanlah tren baru. Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat Mesir dan Yunani kuno sudah mengenal praktik menindik telinga maupun hidung sebagai bagian dari budaya dan simbol status. Kini, tindik lebih cenderung dipandang sebagai bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri.
Telinga memang menjadi bagian tubuh yang paling umum ditindik. Namun, banyak orang mulai mengeksplorasi area tubuh lain, salah satunya alis.
Tindik alis dianggap mampu memberi kesan edgy, berani, sekaligus stylish. Tidak heran jika baik perempuan maupun laki-laki tertarik untuk mencobanya. Meski begitu, sebelum kamu terburu-buru datang ke studio piercing, penting untuk memahami potensi risikonya, cara merawat tindik dengan benar, serta langkah pencegahan agar tidak meninggalkan bekas luka.
