ilustrasi seorang remaja perempuan sedang mengecek HP-nya (pexels.com/cottonbro studio)
Kedua kelompok yang mulai sarapan mengonsumsi lebih sedikit dessert, makanan manis, dan permen sepanjang hari dibanding kelompok yang tetap melewatkan sarapan. Pada kelompok yang mendapat sarapan tinggi protein, konsumsi gula tambahan bahkan lebih rendah daripada dua kelompok lainnya.
Dalam studi tersebut, terlihat bahwa mereka mendapatkan total kalori yang serupa, tetapi distribusi makanan mereka bergeser menuju asupan nutrisi yang lebih baik.
Akan tetapi, bukan berarti semua remaja harus mengonsumsi 30 gram protein setiap pagi. Penelitian ini secara khusus dilakukan pada remaja dan dewasa muda yang sebelumnya hampir selalu melewatkan sarapan. Temuan tersebut belum tentu berlaku sama bagi remaja yang sejak awal sudah rutin sarapan atau kelompok usia lain.
Keterbatasan lainnya, studi ini belum melalui proses peer review. Data dipresentasikan pada NUTRITION 2026, sehingga masih perlu menunggu publikasi ilmiah lengkap untuk menilai metode, hasil statistik, dan keterbatasannya secara lebih mendalam.
Sebagian data konsumsi makanan juga berasal dari ingatan peserta selama 24 jam, sehingga tetap berpotensi mengalami kesalahan pelaporan.
Referensi
American Society for Nutrition, “Study Finds Teens Who Start the Day with Breakfast Eat Better Overall,” EurekAlert!, July 25, 2026.
University of Texas at Austin College of Natural Sciences, “Teens who Start the Day with Breakfast, Especially Foods with Protein, Eat Better Overall,” July 25, 2026