Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seberapa Cepat Harus Berjalan untuk Menurunkan Risiko Kematian?
ilustrasi berjalan kaki (pexels.com/Heru Dharma)
  • Studi terhadap 4.067 peserta menemukan kecepatan berjalan dan irama langkah lebih tinggi berkaitan dengan risiko kematian lebih rendah.

  • Temuan bersifat hubungan, bukan bukti sebab-akibat; orang yang berjalan lebih cepat mungkin sudah memiliki kondisi kesehatan lebih baik sejak awal.

  • Tidak ada target universal: jalan cepat sekitar 4 km/jam tergolong intensitas sedang, dengan anjuran 150 menit per minggu dan peningkatan bertahap sesuai kondisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kecepatan berjalan dapat menjadi salah satu petunjuk kondisi kesehatan seseorang. Namun, tidak ada satu angka kecepatan berjalan yang berlaku untuk semua orang sebagai target untuk menurunkan risiko kematian.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open menemukan bahwa orang yang berjalan lebih cepat dan memiliki irama langkah yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang berjalan lebih lambat.

Meski demikian, kamu tidak perlu memaksakan diri berjalan secepat mungkin. Peneliti membandingkan hasil tes jalan kaki singkat yang dilakukan di klinik dengan pola langkah peserta dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, temuan tersebut lebih menunjukkan hubungan antara kecepatan berjalan dan kesehatan, bukan menetapkan target kecepatan berjalan yang harus dicapai semua orang.

Apa yang diukur dalam studi?

Studi kohort ini melibatkan 4.067 peserta dalam penelitian Whitehall II di Inggris. Usia rata-rata mereka 69,3 tahun dan sekitar tiga perempatnya laki-laki. Peneliti mengikuti peserta selama median 11,8 tahun.

Untuk tes klinis, peserta berjalan sejauh 2,44 meter dengan kecepatan biasa. Peneliti juga mengukur irama langkah menggunakan alat akselerometer yang dikenakan di pergelangan tangan selama sembilan hari. Irama langkah menggambarkan jumlah langkah per menit.

Seberapa kuat kaitannya dengan risiko kematian?

ilustrasi berjalan kaki (pexels.com/Liliana Drew)

Setelah memperhitungkan faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan, seperti usia, gaya hidup, dan kondisi medis, peneliti menemukan bahwa peserta yang berjalan lebih cepat cenderung memiliki risiko kematian yang lebih rendah. Pola yang sama juga terlihat pada peserta yang memiliki irama langkah lebih tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara kecepatan berjalan dan risiko kematian, bukan membuktikan bahwa berjalan lebih cepat secara langsung membuat seseorang hidup lebih lama. Bisa saja orang yang mampu berjalan lebih cepat memang memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik sejak awal.

Jadi, berapa kecepatan jalan yang disarankan?

Studi ini tidak menunjukkan batas kecepatan yang wajib dicapai. Sebagai panduan aktivitas umum, jalan cepat dengan kecepatan sekitar 4 km/jam atau lebih dikategorikan sebagai aktivitas intensitas sedang. Dan, orang dewasa disarankan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.

Kemampuan dan kondisi fisik tiap orang berbeda. Mulailah dari kecepatan yang terasa menantang tetapi masih dapat dilakukan dengan nyaman, lalu tingkatkan secara bertahap.

Kecepatan berjalan dapat berkaitan dengan nyeri, kelemahan otot, masalah keseimbangan, atau kondisi kesehatan lain. Jika langkah terasa makin lambat secara menetap, terutama disertai keluhan baru seperti sesak napas atau nyeri, sebaiknya temui dokter.

Intinya, tidak ada satu angka kecepatan yang ditetapkan sebagai syarat untuk menurunkan risiko kematian. Jalan cepat sekitar 4 km/jam bisa menjadi acuan umum untuk aktivitas intensitas sedang.

Referensi

Rayane Haddadj et al., “Clinical Walking Speed, Free-Living Walking Cadence, and All-Cause Mortality,” JAMA Network Open 9, no. 10 (October 23, 2026): e2640122, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2026.40122.

Centers for Disease Control and Prevention, “How to Measure Physical Activity Intensity,” diakses 30 Oktober 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Adult Activity: An Overview,” diakses 30 Oktober 2026.

Healthline, “This Is How Fast You Should Walk to Help Lower Your Risk of Death,” diakses 30 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article