Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sesak Napas saat Berjalan? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Sesak Napas saat Berjalan? Ini Kemungkinan Penyebabnya
Default Image IDN

Sesak napas atau atau istilah medisnya adalah dispnea adalah sensasi ketidaknyamanan ketika bernapas. Kondisi dan intensitasnya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Sesak napas bisa bersifat akut maupun kronis. Dikatakan akut bila gejala sesak napas muncul secara tiba-tiba dan berlangsung sekitar beberapa jam hingga beberapa hari. Sementara pada sesak napas kronis, gejala terjadi dalam kurun waktu lama, sekitar lebih dari 4 hingga 8 minggu.

Aktivitas fisik seperti berjalan kaki contohnya, bisa memicu atau memperburuk sesak napas bagi sebagian orang. Penyebabnya beragam, mulai dari kecemasan, asma, obesitas, atau kondisi medis lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab kamu bisa mengalami sesak napas saat berjalan kaki.

1. Cemas

default-image.png
Default Image IDN

Kecemasan menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang umum. Prevalensinya tidak diketahui secara pasti, karena kebanyakan orang tidak mengambil langkah intervensi medis untuk proses diagnosis.

Selain sesak napas, gejala kecemasan antara lain:

  • Berkeringat
  • Agitasi
  • Perasaan tidak terkendali
  • Merasa takut atau panik
  • Detak jantung cepat
  • Ketegangan otot

Seseorang yang mengalami kecemasan kemungkinan besar merasa gelisah yang berimbas pada perasaan lelah atau sesak napas.

2. Asma

freepik.com/brgfx
freepik.com/brgfx

Asma adalah kondisi medis yang memiliki tingkat keparahan berbeda-beda pada setiap pasien. Dalam kasus lain, olahraga seperti jalan santai dapat menjadi pemicu asma. Hal ini tidak menutup kemungkinan orang dengan asma dapat menunjukkan gejala sesak napas saat berjalan. 

Gejala asma selain sesak napas, yaitu:

  • Batuk
  • Mengi
  • Nyeri ringan di dada
  • Sering kali mengalami demam atau eksem

Beberapa kasus orang dengan asma ringan tidak selalu membutuhkan perawatan medis, melainkan cukup mengelola gejala mulai dari menghindari hal-hal yang dapat memicu gejala, seperti debu, tungau, dan asap rokok.

3. Obesitas

freepik.com/jcomp
freepik.com/jcomp

Orang yang mengalami obesitas cenderung berisiko mengalami masalah medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular.

Tidak jarang orang dengan obesitas mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas sehari-hari, contohnya berjalan.

Orang yang mengalami obesitas sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli diet untuk membantu memperbaiki pola makan sehat yang seimbang. Mengatasi masalah kesehatan mental yang mendasari juga terkadang membantu.

4. Aritmia jantung

freepik.com/jcomp
freepik.com/jcomp

Aritmia jantung merupakan suatu kondisi ritme jantung berdetak secara tidak normal. Dalam beberapa kasus, seseorang bisa saja tidak mengalami dan merasakan gejalanya, sementara yang lainnya bisa merasakannya, salah satunya sesak napas saat berjalan.

Gejala aritmia yang harus diwaspadai antara lain:

  • Dada terasa sesak
  • Tekanan darah rendah
  • Kehilangan kesadaran sementara
  • Detak jantung tidak teratur dan cenderung cepat

Pada dasarnya pengobatan aritmia jantung dilakukan berdasarkan jenis aritmia yang dialami pasien. Dalam proses pengobatan dan perawatan, kemungkinan dokter akan meresepkan obat-obatan yang berfungsi untuk mencegah, menghentikan, atau mengendalikan aritmia jantung. 

Dalam beberapa kasus, orang dengan aritmia jantung mungkin memerlukan implan defibrilator, kardioversi, serta prosedur lain bernama ablasi kateter.

5. Penyakit yang berhubungan dengan paru-paru

freepik.com/stockking
freepik.com/stockking

Sesak napas erat kaitannya dengan organ pernapasan yaitu paru-paru. Beberapa penyakit paru-paru yang bisa menimbulkan gejala sesak napas di antaranya:

  • Pneumonia atau radang paru-paru, merupakan infeksi paru-paru yang dapat diakibatkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Gejalanya berupa detak jantung cepat, napas pendek dan cepat, ronki paru, serta demam.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu peradangan paru-paru yang berkembang dalam waktu lama. Penyebab umum PPOK adalah paparan asap rokok jangka panjang, meskipun jenis polutan udara lain juga dapat menjadi penyebab. Selain sesak napas saat berjalan, gejala PPOK lainnya adalah mengi, melemahnya otot, dan barrel chest.
  • Emboli paru atau penyumbatan pembuluh darah di paru-paru. Gejala emboli paru yang paling umum ialah sesak napas, nyeri, batuk, ludah berdarah, dan tidak sadarkan diri karena tekanan darah rendah.
  • Penyakit paru interstisial, merujuk pada kelainan paru-paru berupa peradangan kronis dan terdapat luka di dalam organ tersebut. Gejalanya meliputi sesak napas secara bertahap, nyeri dada, dan batuk.

Kasus sesak napas ringan mungkin dapat diatasi dengan menghindari pemicu dan melakukan latihan pernapasan sederhana. Sementara, kasus sesak napas yang serius kemungkinan menandakan adanya kondisi medis yang butuh penanganan sesegera mungkin.

Jika kamu sering mengalami sesak napas saat berjalan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan serangkaian prosedur diagnostik agar bisa diketahui penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indri yani
EditorIndri yani
Follow Us

Latest in Health

See More

Mengenal Bayi Kuning, Berisiko Mengalami Kerusakan Otak

06 Apr 2026, 20:51 WIBHealth