Temuan lain dari penelitian ini mengubah cara kita memahami awal mula pandemi.
Selama ini, banyak orang mengira virus pandemi harus memiliki mutasi khusus atau adaptasi yang sangat kompleks sebelum mampu menular pada manusia. Namun, hasil analisis evolusi menunjukkan bahwa itu tidak selalu diperlukan.
Banyak virus hewan kemungkinan sudah memiliki kemampuan dasar untuk menginfeksi manusia. Yang menentukan apakah wabah akan terjadi bukan hanya mutasi virus, tetapi juga seberapa sering manusia terpapar virus dari hewan.
Situasi seperti perdagangan satwa liar, perubahan ekosistem, interaksi manusia dengan hewan liar, dan kepadatan populasi manusia dapat meningkatkan peluang virus berpindah dari hewan ke manusia.
Karena itu, para peneliti menekankan pentingnya pengawasan virus pada hewan serta upaya pencegahan zoonosis di lingkungan tempat manusia dan hewan sering berinteraksi.
Penelitian terbaru ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana pandemi dapat dimulai. Banyak virus dari hewan ternyata tidak memerlukan proses adaptasi panjang sebelum mampu menginfeksi manusia. Sebaliknya, virus sering kali sudah memiliki kemampuan dasar untuk menular, dan perubahan evolusi baru terjadi setelah virus menyebar di populasi manusia.
Temuan ini mengingatkan bahwa pencegahan pandemi tidak hanya bergantung pada mempelajari mutasi virus, tetapi juga pada upaya mengurangi risiko kontak antara manusia dan virus yang berasal dari hewan.
Dengan memahami bagaimana pandemi muncul, ilmuwan dan pembuat kebijakan dapat lebih fokus pada pengawasan virus, pencegahan zoonosis, dan sistem peringatan dini untuk menghadapi risiko wabah di masa depan.
Referensi
Jennifer L. Havens et al., “Dynamics of Natural Selection Preceding Human Viral Epidemics and Pandemics,” Cell, March 1, 2026, https://doi.org/10.1016/j.cell.2026.02.006.
"Recent Pandemic Viruses Jumped to Humans Without Prior Adaptation, UC San Diego Study Finds." UC San Diego. Diakses Maret 2026.