Bagi orang sehat, tubuh biasanya mampu beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum selama Ramadan. Namun, adaptasi itu ada batasnya.
Secara fisiologis, tubuh menjaga keseimbangan cairan, gula darah, tekanan darah, dan fungsi organ melalui mekanisme yang kompleks. Ketika asupan dihentikan selama berjam-jam, sistem ini bekerja lebih keras. Dalam kondisi tertentu, terutama jika ada penyakit penyerta, kompensasi ini bisa gagal.
Para ahli menekankan bahwa tanda-tanda bahaya seperti dehidrasi berat, gangguan kesadaran, dan nyeri dada tidak boleh diabaikan. Kenali tanda-tanda kamu perlu membatalkan puasa demi keselamatan.
