ilustrasi tes HIV (IDN Times/NRF)
Jangan menjadikan tes mandiri kedua, khususnya dengan produk atau merek yang sama, sebagai penentu diagnosis. Datangi puskesmas, klinik rujukan, rumah sakit, maupun layanan kesehatan lain yang menyediakan pemeriksaan HIV sesegera mungkin.
Sampaikan kepada petugas:
Merek dan jenis tes mandiri yang digunakan.
Apakah sampelnya berupa darah atau cairan oral.
Kapan kemungkinan paparan terakhir terjadi.
Kapan hasil tes dibaca.
Apakah sedang menggunakan PrEP, PEP, atau obat antiretroviral.
Kalau ada, bawa kemasan dan petunjuk penggunaan alat. Tenaga kesehatan kemudian akan melakukan pemeriksaan baru dengan sampel baru sesuai algoritme nasional. WHO merekomendasikan beberapa tes secara berurutan untuk mencegah kekeliruan didiagnosis positif hanya berdasarkan satu tes yang reaktif.
Sambil menunggu hasil konfirmasi, gunakan kondom saat berhubungan seksual, jangan berbagi jarum atau alat suntik, dan jangan mendonorkan darah sebagai langkah pencegahan sementara.
Menunggu hasil konfirmasi dapat terasa sangat berat. Hindari mengambil keputusan besar saat sedang panik. Ajak orang yang dipercaya atau minta pendampingan konselor di layanan HIV.
Jika tes lanjutan tidak mengonfirmasi infeksi, tenaga kesehatan akan menjelaskan apakah pemeriksaan perlu diulang karena paparan baru atau hasil yang tidak sesuai. Jika hasilnya terkonfirmasi positif, pengobatan antiretroviral (ARV) dapat segera dimulai. Terapi yang efektif memungkinkan orang dengan HIV menjalani hidup panjang dan sehat serta menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi.
Jadi, tes HIV mandiri yang reaktif tidak otomatis berarti pasti positif. Namun, satu-satunya cara untuk memperoleh kepastian adalah dengan menjalani pemeriksaan konfirmasi di layanan kesehatan.
Referensi
World Health Organization, “Self-Testing Implementation Toolkit for HIV, Hepatitis C and Syphilis,” diakses Juli 2026.
U.S. Food and Drug Administration, “Information Regarding the OraQuick In-Home HIV Test,” diakses Juli 2026.
Melissa Neuman et al., “Sensitivity and Specificity of OraQuick HIV Self-Test Compared to a 4th Generation Laboratory Reference Standard Algorithm in Urban and Rural Zambia,” BMC Infectious Diseases 22 (2022): 494, https://doi.org/10.1186/s12879-022-07457-5.
Carmen Figueroa et al., “Reliability of HIV Rapid Diagnostic Tests for Self-Testing Compared with Testing by Health-Care Workers: A Systematic Review and Meta-Analysis,” The Lancet HIV 5, no. 6 (2018): e277–e290, https://doi.org/10.1016/S2352-3018(18)30044-4.
Derryck Klarkowski et al., “Causes of False-Positive HIV Rapid Diagnostic Test Results,” Expert Review of Anti-Infective Therapy 12, no. 1 (2014): 49–62, https://doi.org/10.1586/14787210.2014.866516.
Centers for Disease Control and Prevention, “Getting Tested for HIV,” diakses Juli 2026.
World Health Organization, "Preventing HIV Misdiagnosis: Information Note," diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “How Can I Prevent Getting or Transmitting HIV?,” diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “About HIV,” diakses Juli 2026.