Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Studi: Tidur Tanpa Bantal Mungkin Lebih Baik untuk Mata

Studi: Tidur Tanpa Bantal Mungkin Lebih Baik untuk Mata
ilustrasi tidur tanpa bantal (pexels.com/Karolina Grabowska)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Posisi tidur dengan bantal dapat meningkatkan tekanan dalam bola mata.

  • Tekanan mata tinggi berkaitan dengan risiko glaukoma, penyebab kebutaan permanen.

  • Mengubah posisi tidur bisa menjadi strategi sederhana untuk menjaga kesehatan mata.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidur adalah waktunya tubuh memperbaiki diri, termasuk organ yang sering luput dari perhatian, yaitu mata. Namun, posisi tidur, termasuk penggunaan bantal, ternyata bisa memengaruhi tekanan di dalam bola mata (intraocular pressure/IOP).

Temuan studi awal yang dipublikasikan dalam British Journal of Ophthalmology menunjukkan bahwa tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, misalnya pakai dua bantal, dapat meningkatkan tekanan dalam mata. Ini penting karena tekanan yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf optik dan memicu glaukoma.

Secara fisiologis, tekanan mata memang berubah sesuai posisi tubuh. Ketika beralih dari duduk ke posisi berbaring, tekanan mata cenderung meningkat. Dalam konteks ini, posisi leher dan kepala saat tidur menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Table of Content

Kebiasaan kecil yang ternyata bisa berpengaruh

Kebiasaan kecil yang ternyata bisa berpengaruh

Penelitian ini melibatkan 144 orang dewasa dengan berbagai jenis glaukoma. Para peserta menjalani pengukuran tekanan mata setiap dua jam selama 24 jam, baik dalam posisi berbaring datar maupun dengan kepala ditinggikan menggunakan dua bantal.

Hasilnya cukup konsisten. Sekitar 67 persen peserta mengalami peningkatan tekanan mata saat posisi kepala lebih tinggi. Rata-rata peningkatan mencapai 1,61 mmHg, dengan tekanan total lebih tinggi dibanding posisi datar (17,42 mmHg vs 16,62 mmHg).

Tidak hanya itu, tekanan perfusi okular (OPP), yaitu indikator aliran darah ke mata, justru menurun saat menggunakan bantal. Artinya, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan mata berpotensi berkurang.

Para peneliti menduga mekanismenya berkaitan dengan posisi leher. Saat kepala ditopang bantal, leher bisa sedikit menekuk, yang berpotensi menekan vena jugularis. Tekanan ini dapat mengganggu aliran balik darah dan memengaruhi drainase cairan dalam mata (aqueous humor), sehingga tekanan meningkat.

Implikasi untuk kesehatan mata

Ilustrasi tidur tanpa bantal.
ilustrasi tidur tanpa bantal (pexels.com/Tim Samuel)

Temuan ini membuka perspektif baru, bahwa kebiasaan sederhana seperti posisi tidur bisa berperan dalam kesehatan mata jangka panjang. Bagi individu dengan glaukoma, ini menjadi perhatian khusus.

Penelitian juga menemukan bahwa peningkatan tekanan lebih sering terjadi pada kelompok usia lebih muda dan pada pasien dengan glaukoma sudut terbuka primer, jenis glaukoma paling umum. Ini menunjukkan bahwa respons tubuh terhadap perubahan posisi bisa berbeda antarindividu.

Meski begitu, penting untuk memahami bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, peneliti menyebut bahwa modifikasi posisi tidur merupakan strategi yang layak dipertimbangkan sebagai pelengkap terapi medis.

Bukan berarti semua orang harus langsung tidur tanpa bantal. Namun, bagi individu dengan risiko atau diagnosis glaukoma, diskusi dengan dokter mengenai posisi tidur bisa menjadi awal yang baik.

Referensi

"The Surprising Reason You Might Want To Sleep Without a Pillow." SciTechDaily. Diakses April 2026.

Tong Liu et al., “Association of High-pillow Sleeping Posture With Intraocular Pressure in Patients With Glaucoma,” British Journal of Ophthalmology, January 27, 2026, bjo-2025, https://doi.org/10.1136/bjo-2025-328037.

Robert N. Weinreb, Tin Aung, and Felipe A. Medeiros, “The Pathophysiology and Treatment of Glaucoma,” JAMA 311, no. 18 (May 13, 2014): 1901, https://doi.org/10.1001/jama.2014.3192.

“Blindness and Vision Impairment.” World Health Organization. Diakses April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More