Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Dampak Kesehatan dari Saling Bertukar Cerita, Ingatan Jadi Bagus!

5 Dampak Kesehatan dari Saling Bertukar Cerita, Ingatan Jadi Bagus!
ilustrasi orang mengobrol (Pexels/ELEVATE)
Share Article

Bercerita merupakan hal yang umum dilakukan semua orang. Biasanya hal ini tidak terbatas pada umur ataupun gender yang ada. Semua orang bisa saja untuk saling bertukar cerita atau hanya sekadar mendengarkan cerita saja.

Meskipun hal tersebut terdengar simpel, namun ternyata ada banyak dampak positifnya untuk kesehatan. Jika kamu gemar bercerita, maka beberapa dampak baik ini bisa kamu peroleh.

1. Membuat proyeksi keinginan di masa depan

ilustrasi orang berpikir (Pexels/Startup Stock Photos)
ilustrasi orang berpikir (Pexels/Startup Stock Photos)

Bercerita biasanya akan membantumu dalam memproyeksikan atau membayangkan keinginan, serta harapan yang ingin dicapai di masa depan. Hal ini sangat bermanfaat untuk membuat otak mampu bekerja dengan lebih aktif ke depannya. Kamu juga bisa mencegah amnesia yang biasanya mengurangi kemampuan diri untuk mengingat perencanaan masa depan.

2. Membantu ingatan tetap terjaga

ilustrasi orang berpikir (Pexels/Andrea Piacquadio)
ilustrasi orang berpikir (Pexels/Andrea Piacquadio)

Bercerita akan membuatmu merangkai kata perkata yang nantinya menjadi narasi di dalam otak. Hal ini akan membuat setiap detail dari ingatanmu menjadi tetap terjaga dengan baik. Dengan cara demikian, maka ingatan di dalam otak akan tetap saling terhubung dalam menyatukan setiap kepingan-kepingannya.

3. Memberikan pengaruh terhadap emosi orang lain

ilustrasi orang mengobrol (Pexels/nappy)
ilustrasi orang mengobrol (Pexels/nappy)

Ketika kamu menceritakan sesuatu yang menarik dan berkaitan dengan kehidupanmu, biasanya cerita yang disampaikan akan menjadi lebih detail dan berpola. Hal ini juga secara tidak langsung mampu memengaruhi emosi orang yang mendengarkan. Dengan cara tersebut, maka seakan kamu dapat memengaruhi orang yang sedang mendengarkan ceritamu.

4. Menyembuhkan luka di hati

ilustrasi orang depresi (Pexels/Andrew Neel)
ilustrasi orang depresi (Pexels/Andrew Neel)

Tak semua orang memiliki hati dan kondisi mental yang baik-baik saja. Beberapa di antaranya mungkin sedang mengalami depresi atau hal-hal yang berkaitan dengan jiwa. Bercerita dengan orang yang dipercaya adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan hal tersebut. Dengan begitu, luka yang terbuka akan sedikit demi sedikit terobati.

5. Melatih sikap empati

ilustrasi orang mengobrol (Pexels/mentatdgt)
ilustrasi orang mengobrol (Pexels/mentatdgt)

Cara bersikap setiap orang memang berbeda dan tak bisa disama ratakan. Namun, sebagai makhluk sosial tentu saja empati menjadi hal utama untuk membangun hubungan baik dengan sesama manusia. Jika kamu tak mampu menjaga empati tersebut, maka kamu akan mudah bergesekan dengan lingkungan sekitar dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Tentunya selalu ada dampak positif pada setiap hubungan sosial yang terjalin dengan baik. Hal terpenting adalah tetap saling melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain. Kamu juga suka bercerita?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

Nggak Sepele, Studi Buktikan 'Me Time' Penting bagi Kesehatan Mental

05 Jun 2021, 11:22 WIBHealth
Topics
Editorial Team
Abdi K Tresna
EditorAbdi K Tresna

Related Articles

See More