Vitamin C banyak ditemukan dalam buah dan sayuran. Buah jeruk, paprika, kiwi, brokoli, dan tomat semuanya merupakan sumber yang baik. Sebagian besar orang dewasa perlu mendapatkan asupan vitamin C harian sebesar 75 mg per hari untuk perempuan atau 90 mg per hari untuk laki-laki.
Sementara itu, asupan vitamin D yang direkomendasikan untuk tiap individu adalah 600 unit internasional (IU) per hari. Karena relatif sedikit makanan yang kaya akan vitamin D secara alami, mendapatkan jumlah yang cukup melalui diet saja bisa menjadi tantangan. Ikan berlemak, kuning telur, hati sapi, dan jamur termasuk di antara sumber makanan alami vitamin D, meskipun produk lain diperkaya dengan vitamin D, dan kulit menghasilkan beberapa vitamin D melalui paparan sinar matahari.
Pada akhirnya, vitamin D dan vitamin C bukanlah “lawan” yang harus dipilih salah satu, melainkan dua nutrisi penting yang saling melengkapi dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal. Kunci utamanya adalah memastikan asupan yang cukup dan sesuai kebutuhan, agar tubuh tetap kuat menghadapi berbagai ancaman penyakit.
Referensi
Bubs Natural. Diakses pada Februari 2026. "Is Vitamin C or D Better for The Immune System?"
Health. Diakses pada Februari 2026. "Vitamin D vs. Vitamin C: Which Is Better for Immunity?"
Verywell Health. Diakses pada Februari 2026. "Vitamin C vs. D: Which Should You Take for Immune Support?"