ilustrasi jalan kaki (magnific.com/magnific)
Walking meditation gak harus dilakukan di tempat khusus atau dengan durasi yang panjang. Kamu bisa berjalan dengan kecepatan nyaman, lalu sesekali mengembalikan perhatian pada langkah, napas, dan sensasi tubuh ketika pikiran mulai melayang ke mana-mana. Kalau perhatian kembali teralihkan, gak perlu kesal pada diri sendiri karena mengembalikannya lagi memang bagian dari latihan mindfulness.
Yang perlu diingat, walking meditation bukan cara instan yang langsung bikin overthinking hilang begitu saja, ya. Latihan ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu cara untuk mengarahkan kembali perhatian saat pikiran mulai berputar terus-menerus. Sementara itu, penelitian tentang manfaat walking meditation secara khusus masih terus berkembang, sehingga dibutuhkan studi yang lebih besar untuk melihat seberapa jauh efeknya.
Memang benar walking meditation bisa kurangi overthinking. Dengan memperhatikan langkah, napas, dan keadaan sekitar, kamu bisa melatih diri untuk kembali fokus pada momen yang sedang dijalani. Gak harus lama atau jauh, sesekali berjalan dengan lebih sadar juga bisa jadi waktu kecil untuk menenangkan kepala, lho!
Referensi
“Mindful Walking in Psychologically Distressed Individuals: A Randomized Controlled Trial.” Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. Diakses September 2026.
“The effectiveness of mindfulness-based interventions for ruminative thinking: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials.” Journal of Affective Disorders. Diakses September 2026.
“Mindfulness on Rumination in Patients with Depressive Disorder: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials.” International Journal of Environmental Research and Public Health. Diakses September 2026.
“The effectiveness of mindfulness-based cognitive therapy on rumination and related psychological indicators: A systematic review and meta-analysis.” BMC Psychology. Diakses September 2026.