ilustrasi berhenti merokok (IDN Times/NRF)
Secara global, merokok menjadi faktor risiko terbesar.
Studi dalam jurnal Nature Medicine memperkirakan merokok berkaitan dengan 15,1 persen kasus kanker baru pada 2022. Infeksi penyebab kanker menyumbang 10,2 persen, sedangkan alkohol 3,2 persen. Tiga jenis kanker—paru-paru, lambung, dan serviks—mencakup hampir separuh kasus kanker yang dapat dicegah.
Pada laki-laki, proporsi kanker yang berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dicegah lebih tinggi dibanding perempuan, yaitu sekitar 45,4 persen berbanding 29,7 persen. WHO menyebut pola ini terutama dipengaruhi oleh paparan merokok, infeksi, dan alkohol yang berbeda antarjenis kelamin dan wilayah.
Infeksi juga punya peran besar, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. WHO mencatat sekitar 10 persen kanker yang didiagnosis pada 2022 dikaitkan dengan infeksi karsinogenik, termasuk Helicobacter pylori, human papillomavirus (HPV), hepatitis B, hepatitis C, dan Epstein-Barr virus. HPV meningkatkan risiko kanker serviks, sedangkan hepatitis B dan C meningkatkan risiko kanker hati.
Faktor lain yang juga penting adalah berat badan berlebih, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, paparan polusi udara, dan paparan ultraviolet.
WHO menyebut berat badan berlebih dan obesitas berkaitan dengan beberapa kanker, termasuk kanker esofagus, kolorektal, payudara, endometrium, dan ginjal.