Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Girls, Ini 8 Penyebab Umum Terjadi Pendarahan Setelah Berhubungan Seks

Girls, Ini 8 Penyebab Umum Terjadi Pendarahan Setelah Berhubungan Seks
unsplash.com/@davidfanuel
Share Article

Adanya bercak darah yang kamu temui setelah berhubungan seks di luar siklus menstruasi merupakan hal yang perlu untuk kamu perhatikan. Terutama saat pendarahan ini terjadi berulang kali, tindakan paling tepat yang harus kamu lakukan adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Entah pendarahan yang terjadi ketika sedang atau setelah berhubungan seks (atau boleh jadi keduanya), faktor penyebabnya secara umum sama. Paling tidak, satu dari 8 hal ini adalah alasanmu mengalami pendarahan dalam atau setelah berhubungan seks.

  1. 1. Tidak cukup basah

    unsplash.com/achidu
    unsplash.com/achidu

    Penyebab paling ringan dari timbulnya pendarahan adalah bahwa kamu tidak cukup basah saat penetrasi. Karena itu, pastikan kamu benar-benar 'siap' sebelum melakukan penetrasi dan tak ada salahnya menggunakan lubrikasi eksternal bila memang dibutuhkan.

  2. 2. Penyakit menular seksual yang tak terdiagnosis

    unsplash.com/brunovdkraan
    unsplash.com/brunovdkraan

    Pendarahan yang terjadi setelah berhubungan seks bisa jadi indikasi kamu mengalami penyakit menular seksual seperti chlamydia dan gonorrhoea. Inflamasi pada serviks menyebabkan pembuluh darah di area tersebut membengkak.

  3. 3. Adanya polip pada serviks

    unsplash.com/nickkarvounis
    unsplash.com/nickkarvounis

    Walau terdengar cukup menyeramkan dan menyebabkan pendarahan yang mengganggu, lesi ini cukup mudah untuk ditangani. Polip biasanya tidak bersifat kanker dan dapat ditangani dengan operasi minor.

  4. 4. Terjangkit infeksi

    unsplash.com/@aily
    unsplash.com/@aily

    Walau dapat disebabkan oleh chlamydia dan gonorrhoea, infeksi seperti radang panggul juga sangat mungkin terjadi karena adanya bakteri di dalam vagina yang menerobos ke serviks dan organ reproduksi lainnya. Hal ini akan semakin mungkin terjadi bila kamu telah mengalami radang panggul sebelumnya, mengalami kerusakan serviks akibat keguguran atau setelah melahirkan, maupun melakukan prosedur medis yang melibatkan pembukaan serviks seperti aborsi.

  5. 5. Mengalami endometriosis

    unsplash.com/@maddibazzocco
    unsplash.com/@maddibazzocco

    Gejala paling umum bila kamu mengalami endometriosis adalah rasa nyeri di sekitar panggul terutama saat berhubungan seks atau menstruasi, nyeri yang berhubungan dengan usus, dan pendarahan. Adapun yang dimaksud endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dinding rahim justru tumbuh di luar rahim.

  6. 6. Baru saja melahirkan

    unsplash.com/@kellysikkema
    unsplash.com/@kellysikkema

    Kalau kamu belum lama ini melahirkan, hal yang cukup wajar bila pendarahan ketika berhubungan seks terjadi. Hal ini dikarenakan perubahan hormon semasa kehamilan yang menyebabkan lapisan saluran serviks menjulur ke bagian utama serviks.

  7. 7. Terjadinya erosi serviks

    unsplash.com/@duncan_shaffer
    unsplash.com/@duncan_shaffer

    Kondisi yang sering terjadi pada wanita muda ini disebabkan oleh pembuluh darah di bagian luar serviks lebih mudah untuk bergerak. Hal ini pula yang memungkinkan terjadinya pendarahan setelah kamu melakukan tes pap smear.

  8. 8. Adanya kanker serviks

    unsplash.com/@anniespratt
    unsplash.com/@anniespratt

    Pendarahan yang terjadi cukup sering menjadi salah satu indikasi kanker serviks. Pendarahan yang terjadi pun biasanya cukup hebat (volume darah yang keluar besar) bahkan tanpa terjadinya hubungan seks.

    Walau ada sebagian kecil pendarahan yang terjadi saat berhubungan intim tidak disebabkan oleh berbagai kondisi serius, ada baiknya kamu untuk tidak pernah menganggapnya enteng. Selain itu, sebagai wanita yang juga telah aktif secara seksual, pastikan kamu untuk selalu menjalani pemeriksaan rutin penyakit menular seksual maupun pap smear.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More