Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi merasa cemas (pexels.com/Liza Summer)
  • Career anxiety dapat muncul meski pekerjaan stabil dan kinerja baik, ditandai sulit puas atas pencapaian serta terus mencari kekurangan diri.
  • Perbandingan dengan pencapaian orang lain dan kekhawatiran kehilangan pekerjaan dapat membuat seseorang merasa tertinggal, walau tidak ada ancaman nyata pada posisinya.
  • Rasa bersalah saat beristirahat dan takut mengambil keputusan karier dapat menghambat keseimbangan hidup maupun eksplorasi peluang yang sesuai minat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memiliki pekerjaan tetap, penghasilan rutin, dan lingkungan kerja yang cukup nyaman sering dianggap sebagai tanda bahwa karier sedang berjalan dengan baik. Dari luar, mungkin gak ada alasan berarti untuk merasa khawatir karena berbagai kebutuhan profesional sudah terpenuhi. Namun, kondisi tersebut ternyata gak selalu mencerminkan perasaan yang sebenarnya.

Ada kalanya kamu justru terus merasa cemas meskipun pekerjaan berjalan normal dan gak sedang menghadapi masalah besar. Perasaan ini bisa berkaitan dengan career anxiety, yaitu kecemasan berlebihan mengenai perkembangan, pencapaian, dan masa depan karier. Lantas, seperti apa tanda-tandanya? Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

1. Sulit merasa puas dengan pencapaian sendiri

ilustrasi kurang puas dengan pencapaian (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Kamu mungkin sudah berhasil menyelesaikan proyek penting, mendapatkan apresiasi dari atasan, atau mencapai target pekerjaan. Namun, rasa puas tersebut hanya bertahan sebentar sebelum muncul kekhawatiran mengenai pencapaian berikutnya. Kamu merasa harus terus menghasilkan sesuatu agar tetap dianggap kompeten dan memiliki nilai di tempat kerja.

Kondisi ini membuat pencapaian profesional terasa seperti kewajiban yang harus terus diperbarui, bukan sesuatu yang layak dinikmati. Bahkan, ketika pekerjaan berjalan baik, pikiranmu justru sibuk mencari kekurangan yang mungkin belum diperbaiki. Jika berlangsung terus-menerus, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk menghargai perkembangan diri karena terlalu fokus pada hal-hal yang belum berhasil dicapai.

2. Terus membandingkan perkembangan karier dengan orang lain

ilustrasi membandingkan perkembangan karier dengan orang lain (pexels.com/Karola G)

Melihat rekan kerja mendapatkan promosi, teman berpindah ke perusahaan bergengsi, atau kenalan memperoleh penghasilan lebih besar bisa memunculkan perasaan tertinggal. Kamu mulai mempertanyakan apakah keputusan karier selama ini sudah tepat. Padahal, sebelumnya kamu mungkin merasa cukup nyaman dengan posisi dan pekerjaan yang sedang dijalani.

Kebiasaan membandingkan diri juga bisa membuat standar kesuksesan semakin sulit dipenuhi. Setiap kali berhasil mencapai sesuatu, selalu ada pencapaian orang lain yang membuatmu merasa belum cukup baik. Akibatnya, perkembangan karier gak lagi dinilai berdasarkan kebutuhan dan tujuan pribadi, melainkan berdasarkan seberapa cepat kamu bisa menyamai pencapaian orang lain.

3. Sering mengkhawatirkan masa depan pekerjaan

ilustrasi mengkhawatirkan masa depan pekerjaan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Meskipun perusahaan sedang dalam kondisi stabil dan gak ada tanda-tanda akan melakukan pengurangan karyawan, kamu tetap merasa khawatir kehilangan pekerjaan. Pikiran tentang kemungkinan digantikan, tidak lagi dibutuhkan, atau kesulitan mendapatkan pekerjaan baru terus muncul. Kekhawatiran tersebut bahkan bisa muncul ketika tidak ada situasi nyata yang mengindikasikan ancaman terhadap posisi saat ini.

Kondisi ini membuatmu sulit menikmati stabilitas pekerjaan yang sebenarnya sedang dimiliki. Kamu mungkin terus memikirkan skenario terburuk hingga menghabiskan banyak energi untuk mengantisipasi sesuatu yang belum tentu terjadi. Mempersiapkan diri menghadapi perubahan karier memang penting, tetapi kecemasan yang berlebihan bisa membuat ketidakpastian terasa jauh lebih menakutkan daripada kenyataannya.

4. Merasa bersalah ketika tidak melakukan sesuatu yang produktif

ilustrasi merasa bersalah (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Saat pekerjaan sedang senggang atau kamu mengambil waktu istirahat, muncul perasaan bahwa seharusnya ada sesuatu yang bisa dikerjakan. Kamu mungkin merasa tertinggal ketika melihat rekan kerja masih sibuk menyelesaikan tugas. Bahkan, waktu di luar jam kerja terkadang digunakan untuk memikirkan pekerjaan, mengikuti pelatihan, atau mencari cara meningkatkan kemampuan agar tidak kehilangan daya saing.

Kebiasaan tersebut bisa membuatmu sulit membedakan kebutuhan untuk berkembang dan dorongan untuk terus membuktikan diri. Kamu seolah merasa harus selalu produktif agar pantas mempertahankan posisi sekarang. Padahal, kemampuan profesional gak hanya ditentukan oleh banyaknya aktivitas yang dilakukan, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, istirahat, dan kehidupan pribadi.

5. Takut mengambil keputusan yang bisa mengubah arah karier

ilustrasi pria berpikir sebelum ambil keputusan (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Kamu mungkin sudah lama mempertimbangkan untuk pindah pekerjaan, mencoba bidang baru, atau mengambil kesempatan yang lebih sesuai dengan minat pribadi. Namun, setiap kali kesempatan tersebut muncul, kamu justru dipenuhi berbagai kekhawatiran. Mulai dari takut kehilangan penghasilan tetap, khawatir tidak mampu beradaptasi, hingga merasa keputusan tersebut bisa merusak perkembangan karier yang sudah dibangun.

Akibatnya, kamu memilih bertahan meskipun sebenarnya mulai kehilangan kepuasan terhadap pekerjaan. Bukan karena benar-benar ingin berada di posisi sekarang, melainkan karena ketidakpastian terasa lebih menakutkan daripada kondisi yang sudah dikenal. Jika terus berlangsung, ketakutan mengambil keputusan bisa membuatmu sulit mengeksplorasi peluang yang sebenarnya berpotensi membawa perkembangan positif.

Itulah 5 tanda career anxiety yang bisa muncul meskipun pekerjaan terlihat baik-baik saja. Memiliki kekhawatiran tentang masa depan profesional memang wajar, tetapi jangan sampai kecemasan membuatmu terus merasa tertinggal dan sulit menikmati perjalanan karier sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article