Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Menulis Tangan Membantu Mengingat Lebih Lama?

Benarkah Menulis Tangan Membantu Mengingat Lebih Lama?
ilustrasi menulis (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Menulis tangan memicu konektivitas otak lebih rumit daripada mengetik, mendukung pembentukan memori, pengkodean informasi baru, dan pembelajaran lebih mendalam.
  • Pencatatan tangan mendorong pemrosesan serta penyusunan ulang materi dengan kata sendiri, melibatkan motorik, bahasa, visual-spasial, dan perhatian untuk memperkuat koneksi saraf.
  • Penelitian menunjukkan siswa cenderung belajar dan mengingat lebih baik lewat catatan tangan; kebiasaan ini dapat diterapkan melalui catatan materi kompleks, ide rapat, jurnal, atau daftar tugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di zaman serba digital, banyak orang yang cenderung mengetik dibandingkan dengan menulis tangan dalam mencatat sesuatu. Langkah ini banyak dipilih lantaran lebih praktis, cepat, serta terorganisir secara digital. Namun, tak banyak yang tahu bahwa keputusan tersebut ternyata justru merugikan kamu secara kognitif.

Meskipun mengetik memprioritaskan efisiensi, tetapi menulis tangan turut melibatkan otak dengan cara mendukung pembelajaran yang lebih mendalam, memori lebih kuat, serta menjaga kesehatan kognitif secara lebih menyeluruh. Yuk, simak lebih lanjut mengenai keunggulan dibalik metode menulis tangan.

  1. 1. Menulis tangan Vs. mengetik

    ilustrasi mendengar musik sambil menulis
    ilustrasi mendengar musik sambil menulis (pexels.com/cottonbro studio)

    Profesor NTNU Audrey van der Meer, dilansir Psychiatrist, menjelaskan, dibandingkan dengan mengetik menggunakan keyboard, konektivitas otak cenderung akan jauh lebih rumit saat menulis dengan tangan. Konektivitas otak yang luas sangat penting untuk pembentukan memori dan untuk pengkodean informasi baru. Oleh karena itu, metode ini dilinai sangat bermanfaat untuk pembelajaran.

    Studi lain oleh Mueller, PA, & Oppenheimer, DM (2014), menemukan bahwa pencatatan menggunakan laptop cenderung menyalin informasi kata demi kata. Sementara itu, penulisan dengan tangan memaksa seseorang untuk memproses dan menyusun kembali materi dengan kata-kata mereka sendiri. Hal ini menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik pada pertanyaan konseptual sebagai hasil yang nyata.

    Elizabeth Mateer, ahli neuropsikologi, dikutip dari Psychology Today, menambahkan, aktivasi otak multisistem yang terlibat dalam menulis tangan juga meliputi kontrol motorik halus, sistem bahasa, pemrosesan visual-spasial, dan jaringan perhatian. Aktivasi simultan ini memperkuat koneksi saraf dengan cara yang lebih menonjol daripada mengetik.

  2. 2. Gerakan otot menulis tangan membuat memori lebih kuat

    ilustrasi anak menulis
    ilustrasi anak menulis (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Apakah menulis tangan mampu membantu mengingat lebih lama? Jawabannya adalah iya. Penelitian menunjukkan, tulisan tangan dikaitkan dengan daya ingat langsung dan pemahaman konseptual yang lebih baik. Temuan tersebut didukung oleh beberapa bukti yang menunjukkan jejak memori yang lebih lama dari waktu ke waktu.

    “Kami telah menunjukkan bahwa perbedaan aktivitas otak berkaitan dengan pembentukan huruf yang cermat saat menulis dengan tangan sambil lebih banyak menggunakan indra,” jelas van der Meer.

    Menulis tangan juga secara alami memperlambat laju berpikir yang mendorong pemrosesan yang lebih cermat, memungkinkan otak mengatur, memprioritaskan, serta memaknai informasinya. Berbeda dengan sifat input digital yang cepat dan sering kali terfragmentasi, menulis dengan tangan mendorong perhatian yang berkelanjutan dan keterlibatan kognitif yang lebih dalam.

  3. 3. Penelitian menyebut siswa belajar lebih banyak ketika menulis tangan

    ilustrasi mencatat materi
    ilustrasi mencatat materi (pexels.com/Pixabay)

    Hasil penelitian menunjukkan tentang pentingnya kebiasaan mencatat siswa dengan pena dan pensil, alih-alih hanya mengandalkan iPad atau laptop saja. Itulah kenapa, para peneliti merekomendasikan agar siswa setiadaknya menerima intruksi menulis tangan seperti pengenalan kembali pelatihan menulis huruf sambung.

    “Terdapat beberapa bukti bahwa siswa belajar lebih banyak dan mengingat lebih baik ketika mencatat materi kuliah dengan tulisan tangan, sementara menggunakan komputer dengan keyboard mungkin lebih praktis ketika menulis teks panjang atau esai,” kata van der Meer.

  4. 4. Cara meningkatkan daya ingat dengan menulis tangan

    ilustrasi menulis
    ilustrasi menulis (pexels.com/Sam Lion)

    Selain untuk baik untuk melatih memori siswa, metode menulis tangan juga bisa diimplementasikan juga oleh semua kalangan. Mateer menyampaikan beberapa trik yang bisa kamu ikuti.

    • Catatlah dengan tangan saat mempelajari sesuatu yang baru, terutama materi yang kompleks atau konseptual.
    • Alih-alih mengetik, kamu bisa menulis tangan ketika kamu mendapatkan ide-ide dari rapat atau kuliah.
    • Sisipkan kegiatan menulis tangan singkat setiap hari: Misalnya, menulis jurnal selama 5-10 menit, atau menulis daftar tugas kamu secara manual.
    • Sengaja perlambat proses berpikir kamu dengan menggunakan tulisan tangan sebagai alat refleksi, bukan hanya untuk produktivitas .

    Berdasarkan pemaparan para ahli di atas, maka bisa disimpulkan bahwa menulis tangan mampu melatih kemampuan seseorang jadi lebih baik. Selain itu, metode tradisional ini juga dapat melatih fokus serta keterlibatan kognitif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More