Merawat orang lain membutuhkan waktu, tenaga, dan perhatian yang tidak sedikit. Ketika tanggung jawab tersebut berlangsung terus-menerus, caregiver bisa mengalami kelelahan fisik maupun mental. Sayangnya, rasa lelah sering kali justru diikuti perasaan bersalah karena merasa seharusnya bisa lebih sabar dan lebih kuat.
Padahal, mengambil jeda sejenak bukan berarti kamu tidak peduli kepada orang yang sedang dirawat. Kamu tetap bisa menyayangi dan menjalankan tanggung jawab sebagai caregiver sambil memperhatikan kebutuhan diri sendiri. Justru, menjaga kondisi diri dapat membantu kamu menjalani peran tersebut dengan lebih seimbang. Nah, berikut lima cara muda mengatasi caregiver burnout tanpa perlu merasa bersalah.
