Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aktivitas Seru Bersama Anak yang Cocok dengan Gaya Parenting Kamu
ilustrasi piknik bersama keluarga (pexels.com/nvoitkevich)

Setiap orangtua memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak. Ada yang lebih mengutamakan kedekatan emosional, memberikan ruang bagi anak untuk lebih mandiri, hingga mengajak mereka terlibat dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Tak heran, aktivitas yang dilakukan bersama si kecil pun bisa berbeda pada setiap keluarga.

Menyesuaikan aktivitas dengan gaya parenting yang diterapkan dapat menjadi cara untuk membangun hubungan yang lebih hangat dengan anak. Selain membuat quality time terasa lebih menyenangkan, aktivitas yang tepat juga dapat mendukung tumbuh kembang mereka. Yuk, simak beberapa aktivitas seru yang bisa dicoba bersama si kecil!

1. Authoritative parenting

ilustrasi keluarga (pexels.com/caleboquendo)

Authoritative parenting mengutamakan keseimbangan antara kehangatan emosional dan aturan yang jelas. Orang tua melibatkan anak dalam berbagai keputusan sederhana sambil tetap mengajarkan batasan dan tanggung jawab. Tak heran, aktivitas yang memberi ruang bagi anak untuk memilih sangat cocok diterapkan dalam pola asuh ini.

"Pola asuh otoritatif berfokus pada pengambilan keputusan secara kolaboratif dan mendorong anak untuk merasa bahwa mereka memiliki suara dalam berbagai keputusan keluarga," ujar Caitlin Severin, LMFT, terapis sekaligus salah satu pendiri CultivaTeen Roots, dikutip dari Parents.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba:

  • Adventure jar

Ajak seluruh anggota keluarga menuliskan berbagai ide aktivitas, seperti pergi ke museum, menghabiskan waktu di pusat kota, atau menikmati es krim favorit. Masukkan ide-ide tersebut ke dalam sebuah toples dan pilih secara acak saat memiliki waktu luang. Aktivitas ini dapat menjadi cara sederhana untuk melibatkan anak dalam menentukan kegiatan keluarga.

"Aktivitas ini memberikan banyak kesempatan untuk mengambil keputusan bersama sekaligus menciptakan momen menyenangkan bersama keluarga," kata Severin.

  • Bored jar

Bored jar cocok untuk membantu anak menemukan aktivitas positif ketika merasa bosan tanpa harus menghabiskan waktu di depan layar. Mintalah mereka menuliskan berbagai aktivitas tanpa gawai yang ingin dilakukan, lalu memasukkannya ke dalam sebuah toples. Saat anak merasa bosan, mereka dapat memilih sendiri aktivitas yang ingin dilakukan.

"Cara ini memberi anak kesempatan untuk memilih sendiri, dan orang tua tetap mengetahui bahwa pilihan aktivitas yang tersedia bersifat positif serta bebas dari layar," jelas Shara (Challa) Arora, direktur eksekutif Sugar Mill & Meadow Montessori Schools, dikutip dari Parents.

2. Gentle parenting

ilustrasi keluarga kecil (pexels.com/ellyfairytale)

Gentle parenting mengutamakan hubungan yang hangat, empati, dan rasa hormat kepada anak. Melalui pola asuh ini, orang tua berupaya membantu anak merasa aman dalam mengenali dan mengungkapkan emosinya. Karena itu, aktivitas yang dilakukan bersama si kecil umumnya berfokus pada komunikasi dan kedekatan emosional.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba:

  • Snuggle storytime dan kartu emosi

Ciptakan sudut membaca yang nyaman bersama anak, lalu gunakan kartu emosi sederhana setelah selesai membaca buku. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi tentang perasaan tokoh dalam cerita dan menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri. Aktivitas ini membantu anak memahami dan mengekspresikan emosinya dengan lebih baik.

"Setelah membaca buku, gunakan kartu emosi 'Aku Merasa' untuk bertanya, 'Menurutmu bagaimana perasaan tokoh dalam cerita?' dan 'Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama?'," saran Najamah Davis, LCSW, psikoterapis di ND Counseling Services, dikutip dari Parents.

  • Kotak pos mini untuk berkirim surat

Membuat kotak pos mini di rumah dapat menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan dengan anak. Kamu dan si kecil bisa saling menulis surat berisi cerita, ucapan terima kasih, atau ungkapan kasih sayang. Aktivitas ini juga dapat menjadi ruang yang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaannya.

"Setelah kotak pos selesai dibuat, kalian bisa saling menulis surat dan mengirimkannya ke kotak pos masing-masing," ujar Hayley Wilds, LPC, terapis berlisensi sekaligus pemilik Center for Creative Counseling, dikutip dari Parents.

  • Ritual kedekatan setiap hari

Gentle parenting juga dapat diterapkan melalui rutinitas sederhana setiap hari. Kamu bisa memiliki jabat tangan rahasia, menyanyikan lagu sebelum tidur, atau menggambar hati di tangan anak sebelum mereka berangkat ke sekolah. Momen kecil ini dapat membantu membangun hubungan yang hangat dan konsisten dengan si kecil.

  • Feelings charades

Permainan feelings charades atau tebak perasaan menjadi cara menyenangkan untuk membantu anak mengenali berbagai emosi. Tuliskan beberapa emosi pada potongan kertas kecil, lalu peragakan secara bergantian bersama anggota keluarga. Aktivitas ini dapat membantu melatih kecerdasan emosional dan kemampuan komunikasi anak.

3. Free-Range parenting

ilustrasi grocery shopping bersama keluarga (pexels.com/gustavofring)

Free-range parenting berfokus pada pemberian ruang bagi anak untuk mengembangkan kemandiriannya. Orang tua tetap mendampingi, tetapi memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mengambil keputusan dan mencoba hal-hal baru sesuai usianya. Aktivitas yang dipilih pun dirancang untuk membantu mereka menjadi lebih percaya diri.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba:

  • Fun fridays

Tentukan satu hari dalam seminggu sebagai Fun Fridays dan biarkan anak memilih aktivitas yang ingin dilakukan pada hari tersebut. Orang tua kemudian menemani dan menikmati pilihan yang dibuat anak. Cara sederhana ini dapat membantu mereka belajar menyampaikan keinginan sekaligus merasa dihargai.

  • Free-range checklist

Buatlah daftar aktivitas yang ingin dipelajari anak secara mandiri bersama-sama. Daftar tersebut dapat berisi pekerjaan rumah sederhana, tujuan yang ingin dicapai, atau aktivitas yang ingin dilakukan bersama teman sesuai dengan usia mereka. Aktivitas ini cocok diterapkan pada anak yang lebih besar, seperti praremaja.

4. Panda parenting

ilustrasi piknik bersama keluarga (pexels.com/nvoitkevich)

Panda parenting berada di antara authoritative parenting dan gentle parenting. Pola asuh ini menekankan pentingnya menjadi orang tua yang hangat dan suportif, tetapi tetap mendorong anak untuk mandiri dan kreatif. Karena itu, aktivitas yang dipilih biasanya memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba:

  • Nature hunt

Ajak anak berburu benda-benda alami di halaman rumah, taman, atau lingkungan sekitar. Setelah mengumpulkannya, mereka bisa mengelompokkan, menggambar, atau memotretnya bersama orang tua. Aktivitas ini membantu anak bereksplorasi secara mandiri sekaligus mempererat kedekatan dengan orang tua.

  • Would you rather?

Permainan Would You Rather? dapat membantu anak mengembangkan kreativitas dan kemampuan mengambil keputusan. Orang tua cukup memberikan dua pilihan pertanyaan sederhana yang disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, apakah mereka lebih suka belajar dengan mencoba sendiri atau mengamati orang lain terlebih dahulu.

5. Slow parenting

ilustrasi keluarga membuat sarapan (pexels.com/augustderichelieu)

Slow parenting mengajak orang tua untuk melambat sejenak di tengah kesibukan sehari-hari. Pola asuh ini memprioritaskan kehadiran penuh, kesederhanaan, dan memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai ritmenya sendiri. Aktivitas yang dilakukan bersama pun tidak perlu rumit agar tetap terasa bermakna.

"Slow parenting memprioritaskan kehadiran penuh, kesederhanaan, dan memberi ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai kecepatannya sendiri," ujar Davis.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba:

  • Sore tanpa gawai

Sisihkan satu sore dalam seminggu tanpa jadwal dan tanpa gawai. Biarkan anak menentukan aktivitas yang ingin dilakukan, mulai dari bermain di halaman rumah hingga memandangi awan. Cara sederhana ini dapat membantu menumbuhkan kreativitas sekaligus menghadirkan ketenangan.

  • Memasak atau membuat kue bersama

Membuat roti atau muffin bersama dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus melatih kesabaran anak. Orang tua juga bisa memanfaatkan waktu menunggu untuk mengobrol bersama si kecil. Proses yang berlangsung perlahan inilah yang menjadi salah satu nilai utama dalam slow parenting.

"Buatlah sesuatu bersama dari awal, seperti roti atau muffin, lalu manfaatkan waktu menunggu untuk mengobrol bersama. Proses yang berlangsung perlahan memberi ruang untuk percakapan, kesabaran, dan kehadiran yang lebih bermakna," jelas Davis.

  • Jalan santai di alam bersama anak

Cobalah berjalan santai bersama anak tanpa tujuan tertentu sambil menjauhkan diri dari gawai. Biarkan mereka menentukan ritme perjalanan dan berhenti saat menemukan hal-hal yang menarik perhatian. Aktivitas ini membantu orang tua lebih hadir menikmati momen bersama si kecil.

Demikianlah, tak ada satu gaya parenting yang paling tepat untuk semua keluarga. Yang terpenting, luangkan waktu untuk hadir dan menikmati setiap momen bersama anak karena quality time sederhana pun dapat menjadi kenangan yang paling berharga bagi mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article