ilustrasi keluarga kecil (pexels.com/ellyfairytale)
Gentle parenting mengutamakan hubungan yang hangat, empati, dan rasa hormat kepada anak. Melalui pola asuh ini, orang tua berupaya membantu anak merasa aman dalam mengenali dan mengungkapkan emosinya. Karena itu, aktivitas yang dilakukan bersama si kecil umumnya berfokus pada komunikasi dan kedekatan emosional.
Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba:
Ciptakan sudut membaca yang nyaman bersama anak, lalu gunakan kartu emosi sederhana setelah selesai membaca buku. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi tentang perasaan tokoh dalam cerita dan menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri. Aktivitas ini membantu anak memahami dan mengekspresikan emosinya dengan lebih baik.
"Setelah membaca buku, gunakan kartu emosi 'Aku Merasa' untuk bertanya, 'Menurutmu bagaimana perasaan tokoh dalam cerita?' dan 'Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama?'," saran Najamah Davis, LCSW, psikoterapis di ND Counseling Services, dikutip dari Parents.
Membuat kotak pos mini di rumah dapat menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan dengan anak. Kamu dan si kecil bisa saling menulis surat berisi cerita, ucapan terima kasih, atau ungkapan kasih sayang. Aktivitas ini juga dapat menjadi ruang yang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaannya.
"Setelah kotak pos selesai dibuat, kalian bisa saling menulis surat dan mengirimkannya ke kotak pos masing-masing," ujar Hayley Wilds, LPC, terapis berlisensi sekaligus pemilik Center for Creative Counseling, dikutip dari Parents.
Gentle parenting juga dapat diterapkan melalui rutinitas sederhana setiap hari. Kamu bisa memiliki jabat tangan rahasia, menyanyikan lagu sebelum tidur, atau menggambar hati di tangan anak sebelum mereka berangkat ke sekolah. Momen kecil ini dapat membantu membangun hubungan yang hangat dan konsisten dengan si kecil.
Permainan feelings charades atau tebak perasaan menjadi cara menyenangkan untuk membantu anak mengenali berbagai emosi. Tuliskan beberapa emosi pada potongan kertas kecil, lalu peragakan secara bergantian bersama anggota keluarga. Aktivitas ini dapat membantu melatih kecerdasan emosional dan kemampuan komunikasi anak.