ilustrasi orangtua menasihati anak (pexels.com/augustderichelieu)
Anak yang melakukan kesalahan tentu bisa membuat orangtua kecewa. Namun ketika mereka berani mengaku tanpa berusaha menutupinya, hal ini bisa menjadi tanda bahwa anak merasa aman untuk berkata jujur kepada orangtuanya. Jadi selain melihat kesalahannya, hargai juga keberanian anak untuk menceritakan apa yang terjadi.
Dr. Becky Kennedy, psikolog klinis dan pendiri Good Inside, dikutip dari Good Housekeeping, menyarankan orangtua memisahkan perilaku anak dari keberaniannya mengakui kesalahan. Menurutnya, kesediaan anak untuk berkata jujur justru mencerminkan pola asuh yang baik karena mereka percaya orangtuanya mampu menghadapi kesalahan tersebut.
“Kita telah diajarkan bahwa ‘pola asuh yang baik’ menghasilkan anak yang selalu jujur, berperilaku baik, dan membuat pilihan yang tepat. Jadi, ketika anak melakukan kesalahan, hal itu bisa terasa seperti bukti bahwa ada sesuatu yang salah. Namun, cara pandang tersebut melewatkan sesuatu yang lebih mendalam,” ujarnya.
Jangan langsung menganggap perilaku anak yang bikin kewalahan sebagai tanda pola asuh yang salah, karena bisa jadi mereka justru merasa aman untuk mengekspresikan diri. Namun jika perilakunya semakin berat atau membahayakan, jangan ragu mencari bantuan profesional agar anak mendapat dukungan yang tepat.