Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Tasya Kamila Memilih Kebutuhan Rumah, Gak Asal Murah!

5 Cara Tasya Kamila Memilih Kebutuhan Rumah, Gak Asal Murah!
Produk lokal yang menjadi incaran Tasya Kamila di toko MR.D.I.Y. Indonesia (dok. MR.D.I.Y)
  • Tasya Kamila memilih kebutuhan rumah berdasarkan kualitas, fungsi, dan kebutuhan keluarga, bukan sekadar harga murah, terutama untuk barang yang dipakai sehari-hari.
  • Ia menilai material, keamanan, kenyamanan, serta daya tahan produk; pertimbangan ini diterapkan pada perlengkapan dapur, alat makan, handuk, dan kebutuhan anak.
  • Produk lokal menjadi pilihannya karena dinilai berkualitas, mudah ditemukan, dan harganya bersahabat, mencakup perlengkapan dapur, mainan anak, hingga kebutuhan rumah lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belanja kebutuhan rumah tangga memang kelihatannya sederhana. Tinggal cari barang yang dibutuhkan, masukkan ke keranjang, lalu bayar. Namun ketika pilihannya semakin banyak, menentukan barang yang benar-benar cocok ternyata bisa bikin mikir juga. Tasya Kamila punya cara sendiri saat memilih berbagai kebutuhan untuk keluarganya.

Baginya, harga bukan satu-satunya pertimbangan ketika membeli perlengkapan rumah. Ia juga memperhatikan kualitas, fungsi, hingga kebutuhan anggota keluarganya. Hal tersebut ia terapkan ketika memilih produk lokal di MR.D.I.Y. Indonesia.

Buat Tasya, produk lokal juga gak harus menjadi pilihan kedua. Ia justru melihat semakin banyak produk buatan Indonesia yang punya kualitas baik dan mudah ditemukan. Pilihannya mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan dapur, peralatan makan, mainan anak, hingga kebutuhan rumah lainnya. Dari kebiasaan belanjanya, ada beberapa hal yang bisa diterapkan ketika kita sedang memilih barang untuk rumah. Yuk, simak satu per satu.

  1. 1. Jangan cuma tergoda harga murah

    ilustrasi membandingkan harga
    ilustrasi membandingkan harga (pexels.com/jack sparrow)

    Harga memang sering menjadi pertimbangan pertama ketika berbelanja. Namun, Tasya memilih melihat kualitas dan kebutuhan keluarga sebelum memutuskan membeli sesuatu.

    “Buatku, belanja kebutuhan rumah tangga bukan soal mana yang paling murah, tapi memilih produk yang berkualitas dan memang dibutuhkan keluarga,” kata Tasya.

    Pertimbangan tersebut cukup masuk akal, terutama untuk barang yang digunakan setiap hari. Produk yang sedikit lebih mahal tetapi awet bisa saja lebih menguntungkan daripada terus mengganti barang yang cepat rusak. Jadi sebelum memasukkan barang ke keranjang, coba tanyakan dulu apakah produk tersebut memang akan sering digunakan.

  2. 2. Perhatikan material sebelum membeli

    ilustrasi memilih material yang tahan lama
    ilustrasi memilih material yang tahan lama (pexels.com/cottonbro studio)

    Bentuk yang menarik memang gampang membuat kita berhenti di depan rak. Namun, bagi Tasya material juga menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli perlengkapan rumah. Ia memastikan barang yang dipilih memiliki material yang baik, aman digunakan, dan cukup awet untuk pemakaian jangka panjang.

    Pertimbangan tersebut terasa penting terutama untuk barang yang digunakan setiap hari, seperti peralatan makan dan perlengkapan dapur. Tasya sendiri memilih talenan kayu dari Kwas karena menurutnya material tersebut tidak membuat pisau cepat tumpul. Untuk alat masak, ia memilih spatula kayu dari Homliv karena nyaman digenggam saat digunakan.

  3. 3. Sesuaikan dengan kebutuhan keluarga

    Ilustrasi keluarga sedang membeli berbagai barang bersama sambil menikmati waktu berbelanja di pusat perbelanjaan.
    Ilustrasi membeli barang bersama keluarga. (unsplash.com/Unsplash+)

    Barang yang terlihat menarik belum tentu cocok untuk semua rumah. Tasya mempertimbangkan kebutuhan kedua anaknya ketika memilih perlengkapan keluarga. Salah satunya saat memilih handuk Lenuta dan Kintakun karena bahannya lembut dan memiliki daya serap yang baik.

    “Buat produk lokal di MR.D.I.Y., pilihanku dari merek Lenuta dan Kintakun yang bahannya lembut dengan daya serap bagus, khususnya buat kedua anakku,” ujarnya.

    Cara ini bisa diterapkan dengan sederhana. Kalau di rumah ada anak kecil, misalnya, faktor keamanan tentu perlu lebih diperhatikan daripada sekadar tampilan. Intinya, kebutuhan setiap keluarga berbeda, jadi gak perlu membeli barang hanya karena sedang terlihat menarik.

  4. 4. Pilih barang yang benar-benar akan dipakai

    ilustrasi membeli barang
    ilustrasi membeli barang (pexels.com/cottonbro studio)

    Tasya juga memilih berbagai barang yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, seperti peralatan makan, perlengkapan dapur, dan mainan anak. Menurutnya, produk lokal kini semakin mudah ditemukan untuk kebutuhan tersebut.

    “Mulai dari perlengkapan buat dapur, mainan anak sampai berbagai kebutuhan rumah, semuanya ada di satu tempat,” jelas dirinya antusias.

  5. 5. Produk lokal layak masuk daftar pertimbangan

    ilustrasi produk lokal
    ilustrasi produk lokal (pexels.com/@mart-production)

    Memilih produk lokal gak harus selalu karena ingin ikut tren. Buat Tasya, kualitas produk buatan Indonesia kini sudah semakin bisa diperhitungkan.

    “Produk lokal itu bukan pilihan kedua. Sekarang banyak produk buatan Indonesia yang kualitasnya gak kalah, malah harganya jauh lebih bersahabat,” tutunya.

    Jadi ketika sedang mencari kebutuhan rumah, gak ada salahnya melihat produk lokal lebih dulu. Apalagi kalau kualitas, harga, dan fungsinya memang sesuai dengan kebutuhan. Dari sini, mendukung produk lokal terasa bukan sebagai kewajiban, tetapi bagian dari keputusan belanja yang memang masuk akal.

    Belanja kebutuhan rumah ternyata gak cukup hanya dengan melihat harga di label. Kita juga perlu tahu barang tersebut akan dipakai untuk apa, siapa yang menggunakannya, dan seberapa lama kira-kira bisa bertahan.

    Cara Tasya memilih kebutuhan keluarga menunjukkan bahwa belanja lebih cermat bisa dimulai dari hal sederhana. Gak perlu langsung mengubah seluruh kebiasaan belanja, cukup mulai dengan lebih teliti sebelum memasukkan barang ke keranjang. Jadi kalau kamu belanja kebutuhan rumah minggu ini, sudah siap lebih selektif?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More