Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

11 Kutipan Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

11 Kutipan Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
Buku Karya Mark Manson (unsplash.com/Indrajeet Choudhary)
Share Article

Tulisan Mark Manson yang berjudul The Subtle Art of Not Giving a F*ck yang diterbitkan di tahun 2016 menjadi buku yang laris dan banyak dibaca. Buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan terbit di tahun 2018 dengan judul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodoh Amat.

Mark Manson hadir bersama tulisannya untuk mengubah rasa sakitmu menjadi peranti, traumamu menjadi kekuatan dan masalahmu menjadi masalah yang lebih baik, tulis Mark dalam bukunya tersebut. Bukunya ialah tentang bagaimana berlapang dada dan membiarkan sesuatu pergi.

Tulisan ini hanya akan memberikan gambaran singkat dari buku tersebut melalui kutipan buku yang bermakna dan harus kamu ketahui. 

  1. 1. Ia hebat karena kemampuan sederhananya untuk jujur pada diri sendiri sepenuhnya dan setulusnya, terutama mengenai hal-hal paling buruk yang ada pada dirinya

    Seseorang melebarkan tangan (pexels.com/Jill Wellington)
    Seseorang melebarkan tangan (pexels.com/Jill Wellington)
  2. 2. Jika seseorang sungguh bahagia, dia tidak akan merasa perlu untuk berdiri di depan cermin dan mengulang-ulang ucapan kalau dia bahagia

    Seseorang yang melompat dengan bahagia (pexels.com/Sebastian Arie Voortman)
    Seseorang yang melompat dengan bahagia (pexels.com/Sebastian Arie Voortman)
  3. 3. Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal, tapi tentang memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar, mendesak dan penting

    Seorang perempun yang duduk di atas ayunan (pexels.com/Pixabay)
    Seorang perempun yang duduk di atas ayunan (pexels.com/Pixabay)
  4. 4. Semua hal yang bernilai positif dalam kehidupan dimenangkan lewat pengalaman yang berasosiasi negatif

    Seorang pria yang duduk bersandar pada pohon (pixabay.com/Jose Antonio Alba)
    Seorang pria yang duduk bersandar pada pohon (pixabay.com/Jose Antonio Alba)
  5. 5. Masa bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan

    Seorang perempuan yang duduk sendirian (unsplash.com/Laura Chouette)
    Seorang perempuan yang duduk sendirian (unsplash.com/Laura Chouette)
  6. 6. Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda

    Ilustrasi seorang perempuan yang berdiri sendirian (pexels.com/Polina Sirotina)
    Ilustrasi seorang perempuan yang berdiri sendirian (pexels.com/Polina Sirotina)
  7. 7. Untuk bisa mengatakan 'bodo amat' pada kesulitan, pertama-tama kamu harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan

    Ilustrasi seorang pria yang membaca buku (pixabay.com/Pexels)
    Ilustrasi seorang pria yang membaca buku (pixabay.com/Pexels)
  8. 8. Kedewasaan muncul ketika seseorang belajar untuk peduli hanya pada sesuatu yang sangat berharga

    Seorang perempuan yang sedang berpikir (pexels.com/Karolina Grabowska)
    Seorang perempuan yang sedang berpikir (pexels.com/Karolina Grabowska)
  9. 9. Jangan mengharapkan suatu kehidupan yang bebas dari kesulitan, tidak ada hal seperti itu. Sebaliknya, berharaplah akan hidup yang penuh dengan masalah-masalah baik

    Seorang perempuan yang berdiri di bawah hujan (pexels.com/Pixabay)
    Seorang perempuan yang berdiri di bawah hujan (pexels.com/Pixabay)
  10. 10. Kebahagiaan datang dari keberhasilan untuk memecahkan masalah

    Seorang perempuan yang bermain catur (pexels.com/Engin Akyurt)
    Seorang perempuan yang bermain catur (pexels.com/Engin Akyurt)
  11. 11. Siapa diri kamu yang sebenarnya ditentukan oleh apa yang ingin kamu perjuangkan

    Ilustrasi seorang pria yang berusaha mendorong (pexels.com/Vlad Chetan)
    Ilustrasi seorang pria yang berusaha mendorong (pexels.com/Vlad Chetan)

    Relate banget, kan? Masa bodoh bukannya acuh tak acuh, ya, tapi tentang bagaimana mementingkan prioritas. Kamu sudah baca buku karya Mark Manson yang ini, belum? Jika belum, segera tambahkan ke reading list-mu! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More