Michelle Secoa, Sustainability Lead UNIQLO Indonesia, dalam acara Mindful Decluttering RE.UNIQLO STUDIO dan Buka Puasa Bersama di UNIQLO Senayan City pada Rabu (25/2/2026), menjelaskan, “Kami melihat mindful decluttering bukan hanya kampanye musiman, tetapi bagian dari komitmen circular fashion, mengurangi limbah tekstil, sekaligus mendorong konsumsi lebih bijak.”
Dari Lemari ke Harapan, UNIQLO Ubah Decluttering Jadi Gerakan Berbagi

- UNIQLO mengubah kebiasaan decluttering jelang Ramadan menjadi gerakan reflektif dan sosial, dengan menekankan pentingnya memperpanjang umur pakaian melalui konsep circular fashion.
- Melalui recycle box di seluruh toko, pelanggan dapat menyumbangkan pakaian layak pakai yang kemudian disalurkan ke masyarakat membutuhkan lewat kolaborasi bersama Human Initiative.
- Layanan RE.UNIQLO STUDIO menawarkan perbaikan dan modifikasi pakaian agar tetap digunakan lebih lama, sekaligus menumbuhkan kesadaran merawat busana secara berkelanjutan.
Jakarta, IDN Times - Menjelang Ramadan dan Lebaran, banyak orang mulai membuka lemari, memilah pakaian, dan merapikan rumah. Aktivitas sederhana ini sering terasa rutin, bahkan mekanis. Namun tahun ini, UNIQLO mencoba memberi makna baru dengan menjadikan decluttering sebagai langkah reflektif yang bukan hanya membersihkan ruang, tetapi juga memperpanjang hidup pakaian dan memberi manfaat bagi orang lain.
Lewat pendekatan circular fashion dan program donasi pakaian, brand LifeWear asal Jepang ini mengajak masyarakat melihat bahwa sehelai baju tak berhenti nilainya ketika kita berhenti memakainya. Ia bisa menjadi awal cerita baru bagi orang lain dan bagi bumi.
1. Ramadan sebagai momentum refleksi dan berbagi

Ramadan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk berbenah, baik secara spiritual maupun fisik. Dari kebiasaan membersihkan rumah menjelang Lebaran, UNIQLO melihat peluang untuk mengubah tradisi tersebut menjadi aksi sosial.
Ia juga menambahkan bahwa pakaian yang tak lagi dipakai seharusnya tidak langsung dibuang. Pakaian tersebut dapat disumbangkan agar siklus hidupnya berlanjut.
2. Donasi pakaian sebagai perpanjangan siklus hidup

Melalui recycle box di seluruh toko, pelanggan dapat menyumbangkan pakaian UNIQLO yang masih layak pakai. Setelah disortir, pakaian tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui mitra sosial, salah satunya Human Initiative. Dalam hal ini, Michelle juga menekankan bahwa berbagi tidak harus menunggu momen khusus.
“Program donasi sebenarnya selalu ada di toko, tetapi di Ramadan, kami ingin mengingatkan kembali semangat berbagi,” lugasnya.
Selama lima tahun kolaborasi, puluhan ribu pakaian telah tersalurkan kepada komunitas rentan di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan kecil dapat menghasilkan dampak sosial nyata.
3. RE.UNIQLO STUDIO: memberi kehidupan kedua pada pakaian

Bagi mereka yang belum siap melepas pakaian favorit, UNIQLO menawarkan alternatif melalui RE.UNIQLO STUDIO. Layanan ini menghadirkan tiga solusi utama, yakni repair, remake embroidery, dan sashiko guna membantu memperpanjang umur pakaian sekaligus memberi sentuhan personal.
Michelle kembali menuturkan, layanan ini hadir untuk mendorong kebiasaan merawat pakaian sebelum menggantinya. Bahkan di Indonesia, layanan repair menjadi yang paling diminati, menunjukkan kedekatan emosional masyarakat terhadap pakaian mereka.
4. Kolaborasi sosial yang membentuk ekosistem berkelanjutan

Mitra distribusi dalam program donasi UNIQLO Indonesia, Human Initiative, memegang peran penting dalam memastikan pakaian yang disumbangkan sampai ke tangan yang tepat. Melalui jaringan komunitas lokal, pakaian disalurkan ke anak-anak, perempuan, dan keluarga yang membutuhkan di berbagai daerah. Organisasi kemanusiaan ini pun memiliki empat pilar utama, mulai dari penanganan bencana hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kami melihat inisiatif ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi bagian dari ekosistem kolaboratif yang mendukung pengurangan limbah tekstil sekaligus memperkuat ketahanan sosial,” jelas Anisa Zulhaida, perwakilan Human Initiative.
5. Dari lemari pribadi ke dampak global

Pada akhirnya, inisiatif ini mengingatkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil. Membersihkan lemari bukan lagi sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari gerakan keberlanjutan yang menghubungkan konsumen, lingkungan, dan masyarakat.
Dengan filosofi LifeWear, pakaian berkualitas yang dirancang untuk dipakai lebih lama, UNIQLO menegaskan bahwa fashion tak harus berakhir di tempat sampah. Fashion bisa terus hidup, berpindah tangan, dan memberi makna baru.
Di bulan yang identik dengan refleksi dan kepedulian, langkah sederhana seperti menyumbangkan pakaian dapat menjadi bentuk kebaikan yang nyata. Dari lemari yang lebih rapi, lahir peluang bagi orang lain untuk memiliki pakaian yang layak dan bagi bumi untuk bernapas sedikit lebih lega. Ramadan pun tak hanya menjadi waktu berbagi rezeki, tetapi juga berbagi ruang, makna, dan harapan, sehelai demi sehelai.



![[QUIZ] Pilih Karakter Upin dan Ipin, Ini Cara kamu Mencintai Orang di Sekitarmu](https://image.idntimes.com/post/20250518/20250509-141055-f94cc3a9ebb118a5253615831e4b5094-ec6d848f0995ba98a55fbf1105bf4b50.jpg)






![[QUIZ] Dari Karakter Upin dan Ipin Pilihan Kamu, Kami Tahu Gaya Bekerjamu!](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)







