نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هٰذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ فَرْضٍ مِنْ أَيَّامِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu an u’thiyal fidyata ‘an fardin min ayyaami Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat membayar fidyah atas kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Doa Bayar Fidyah dengan Beras: Bacaan Arab, Latin, dan Arti

Fidyah adalah makanan pokok seperti beras yang diberikan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak mampu dijalankan.
Niat fidyah diucapkan saat menyerahkan beras, dengan bacaan berbeda tergantung kondisi.
Takaran fidyah umumnya 675–750 gram beras per hari puasa yang ditinggalkan dan dapat diserahkan langsung atau melalui lembaga tertentu.
Doa bayar fidyah dengan beras dibaca saat kamu tidak dapat menjalankan puasa Ramadan dan perlu menggantinya dengan fidyah. Dalam syariat Islam, fidyah adalah tebusan berupa makanan pokok yang diberikan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa yang tidak mampu dilakukan.
Buat kamu yang bekum tahu niat fidyah puasa Ramadan, cara membayar fidyah dengan beras, serta takaran beras yang sesuai syariat, pahami penjelasan berikut. Simak baik-baik, ya.
Table of Content
Doa bayar fidyah dengan beras dan artinya
Doa bayar fidyah dengan beras pada dasarnya adalah niat ketika menyerahkan fidyah kepada fakir miskin. Niat ini biasanya diucapkan saat kamu memberikan beras atau makanan kepada penerima fidyah.
Niat fidyah untuk orang yang telah meninggal

نَوَيْتُ أَنْ أُعْطِيَ الْفِدْيَةَ عَنْ (اسْمُ الْوَالِدِ/الْوَالِدَةِ) عَنْ فَرْضٍ مِنْ أَيَّامِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu an u’thiya al-fidyata ‘an (ismul waalidi/alwaalidati) ‘an fardin min ayyaami Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat membayar fidyah atas nama (nama orang tua) untuk kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Cara membayar fidyah dengan beras yang benar
Secara umum, cara membayar fidyah dengan beras cukup sederhana. Kamu hanya perlu memberikan makanan pokok kepada fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
Berikut langkah-langkahnya.
- Menentukan jumlah hari puasa yang ditinggalkan
- Menyiapkan beras sebagai fidyah
- Menyerahkan kepada fakir miskin
- Mengucapkan niat saat menyerahkan fidyah.
Takaran beras untuk fidyah puasa Ramadan

Takaran fidyah sering menjadi pertanyaan utama ketika seseorang ingin membayar fidyah. Secara umum, ulama menyebut takaran fidyah menggunakan satuan mud, yaitu ukuran makanan pokok pada masa Nabi.
Di Indonesia, takaran ini biasanya dibuat menjadi:
- sekitar 675–750 gram beras per hari puasa atau setara satu porsi makanan pokok
Contohnya, jika kamu meninggalkan puasa selama 10 hari, fidyah yang diberikan:
- 10 × 0,75 kg beras = 7,5 kg beras.
Tips agar pembayaran fidyah lebih tepat
Agar fidyah yang kamu keluarkan sesuai dengan tujuan syariat, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Tips ini membantu memastikan cara membayar fidyah dengan beras tetap sesuai dengan tujuan ibadah.
- Pastikan penerima termasuk fakir miskin
- Gunakan makanan pokok yang umum dikonsumsi seperti beras
- Hitung jumlah hari puasa dengan benar
- Berikan fidyah setiap hari atau sekaligus di akhir Ramadan
- Salurkan melalui lembaga tepercaya jika kesulitan mencari penerima.
Kesimpulan
Demikain bacaan doa bayar fidyah dengan beras. Fidyah biasanya diberikan dalam bentuk makanan pokok seperti beras dengan takaran sekitar 675–750 gram per hari puasa yang ditinggalkan.
Cara membayar fidyah, yaitu menghitung jumlah hari puasa yang tidak dilakukan, menyiapkan beras sesuai takaran, lalu menyerahkannya kepada fakir miskin sambil mengucapkan niat fidyah. Setelah memahami bacaan niat, takaran beras, dan tata caranya, kamu jadi tahu bagaimana menjalankan kewajiban fidyah, kan?
FAQ seputar doa bayar fidyah dengan beras
| Bagaimana cara baca doa bayar fidyah dengan beras yang benar? | Doa bayar fidyah dengan beras adalah niat yang diucapkan saat menyerahkan makanan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadan. |
| Berapa bayar fidyah 1 hari dengan beras? | Fidyah untuk satu hari puasa biasanya sekitar 1 mud atau sekitar 675–750 gram beras. |
| Bagaimana cara membayar fidyah dengan beras? | Cara membayar fidyah dengan beras dilakukan dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan, menyiapkan beras sesuai takaran, lalu menyerahkannya kepada fakir miskin. |
| Siapa saja yang wajib membayar fidyah puasa Ramadan? | Fidyah wajib bagi lansia yang tidak mampu berpuasa, orang sakit kronis, ibu hamil atau menyusui. |
| Apakah fidyah boleh dibayar sekaligus untuk beberapa hari puasa? | Ya. Misalnya jika meninggalkan puasa selama 10 hari, kamu bisa memberikan beras sesuai total takaran untuk 10 hari sekaligus kepada fakir miskin. |
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melalui proses editing oleh tim content IDN Times untuk memastikan kualitas dan akurasi informasi.