Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Doa Buka Puasa Ramadan "Dzahaba": Latin dan Artinya

Doa Buka Puasa Ramadan "Dzahaba": Latin dan Artinya
Ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Thirdman)
Intinya Sih
  • Doa buka puasa “Dzahaba” diriwayatkan dari Rasulullah SAW melalui sahabat Ibnu Umar RA, berisi ungkapan syukur dan harapan diterimanya pahala setelah menahan haus dan lapar.
  • Selain doa “Dzahaba”, terdapat pula doa populer “Allahumma laka shumtu” yang juga diajarkan Rasulullah SAW dan umum dibaca umat Islam saat berbuka puasa di berbagai daerah.
  • Waktu membaca doa “Dzahaba” disunnahkan setelah berbuka, tepatnya usai minum atau makan kurma, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Abu Daud.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan suci Ramadan tentu identik dengan kegiatan berbuka puasa yang biasanya diawali doa."Allahumma laka shumtu.." menjadi doa populer dibacakan saat berbuka puasa. Namun, tahukah kamu ada doa lain selain itu?

Yup, ada doa buka puasa lainnya yang ternyata juga dianjurkan Rasulullah SAW. Doa ini sekaligus menjadi ucapan rasa syukur yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan rezeki berbuka puasa. So, bagaimana bunyi doa buka puasa yang disebut dengan "Dzahaba" ini? Cari tahu di sini!

1. Bacaan doa buka puasa "Dzahaba"

Ilustrasi berbuka puasa
Ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Monstera Production)

Dilansir laman Majelis Ulama Indonesia, kebiasaan Rasulullah SAW membaca doa buka puasa "dzahaba" diriwayatkan oleh Abu Daud dari sahabat Ibnu Umar RA. Doa ini mengandung makna yang mendalam tentang rasa lega, syukur, dan harapan akan pahala dari Allah SWT. Inilah doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika berbuka puasa:

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah

Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, in sya Allah."

2. Doa buka puasa sahih yang populer

Ilustrasi berbuka puasa
Ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Thirdman)

Berdasarkan riwayat Abu Daud dari Mu'adz bin Zahrah, Rasulullah SAW pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:

Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." (HR. Abu Daud no. 2011)

Sementara itu, di antara masyarakat Indonesia juga lazim menggunakan doa ini saat berbuka puasa:

Allahummalakasumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin

Artinya: "Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki dan kasih sayang-Mu aku berbuka. Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih."

3. Kapan waktu yang tepat membaca doa buka puasa "dzahaba"?

Ilustrasi berbuka puasa
Ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Anna Tarazevich)

Waktu yang tepat untuk membaca doa buka puasa dzahaba adalah ketika seseorang berbuka puasa alias setelah meminum air maupun dengan kurma. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat berikut.

"Disunahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'."

Rasulullah SAW membaca doa ini ketika berbuka puasa. Hal ini terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang artinya:

"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa', ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, 'Dzahabadh dzoma'u wabtallatil 'urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah." (HR Abu Dawud)

Nah, itulah doa buka puasa Ramadan "dzahaba", dalam tulisan latin beserta artinya yang bisa kamu baca saat berbuka puasa nanti. Hafalin, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us