Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hidup Tanpa Gadget ala Upin & Ipin, Kenapa Terasa Asyik?
Upin dan Ipin sedang bermain bersama teman sebayanya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Serial animasi Upin & Ipin memang dibuat sebagai tontonan anak-anak, tetapi banyak orang dewasa justru merasa iri dengan kehidupan yang digambarkan di Kampung Durian Runtuh. Anak-anak di sana lebih sering bermain di luar rumah, bersepeda, memancing, membantu orangtua, hingga berkumpul bersama teman tanpa sibuk menatap layar ponsel.

Meski teknologi tetap sesekali muncul, gadget tidak menjadi pusat kehidupan sehari-hari. Lalu mengapa kehidupan sederhana yang ditampilkan dalam Upin & Ipin terasa begitu menyenangkan sekaligus menenangkan bagi banyak penonton?

1. Bermain di luar rumah membuat anak lebih sehat dan bahagia

Upin dan Ipin sedang bermain bola (dok. Les' Copaque Production/Upin and Ipin)

Salah satu hal yang paling menonjol dalam Upin & Ipin adalah kebiasaan anak-anak menghabiskan waktu di luar rumah. Mereka bermain sepak bola, menangkap serangga, menjelajah hutan kecil, hingga membantu berkebun. Aktivitas seperti ini membuat tubuh terus bergerak sekaligus memberi kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitar.

Penelitian dalam jurnal From Screens to Sunshine: Rescuing Children's Outdoor Playtime in the Digital Era menjelaskan bahwa berkurangnya aktivitas bermain di luar akibat penggunaan layar yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan fisik, perkembangan sosial, dan kesejahteraan emosional anak. Sebaliknya, bermain di alam membantu meningkatkan kebugaran, kreativitas, kemampuan berpikir, hingga interaksi sosial.

"Bermain di luar ruangan sangatlah penting bagi perkembangan holistik anak karena berkontribusi pada peningkatan kesehatan fisik, stimulasi kognitif, interaksi sosial, dan kesejahteraan emosional. Berkurangnya aktivitas bermain di luar ruangan dan tingginya durasi penggunaan layar telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan kesehatan mental, pola tidur yang terganggu, perilaku yang menyerupai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), serta risiko kesehatan fisik," dikutip dalam Sage Journals.

2. Interaksi tatap muka membentuk kemampuan sosial yang lebih baik

Upin dan Ipin latihan bulu tangkis bersama Tok Dalang (youtube.com/Les' Copaque Production)

Di Kampung Durian Runtuh, anak-anak hampir selalu bertemu langsung ketika ingin bermain. Mereka berdiskusi, bercanda, menyelesaikan konflik, hingga belajar meminta maaf secara langsung. Interaksi seperti ini sulit tergantikan jika sebagian besar komunikasi dilakukan melalui layar.

American Psychological Association menjelaskan bahwa persahabatan di dunia nyata tetap menjadi fondasi penting perkembangan sosial anak. Organisasi tersebut menyarankan orangtua untuk mendorong anak membangun hubungan langsung. Hubungan tatap muka membantu anak belajar membaca ekspresi, memahami emosi orang lain, dan membangun empati.

"Persahabatan di dunia digital bukanlah pengganti interaksi yang sesungguhnya. Bantulah anak kamu mengembangkan keterampilan sosial dan membina hubungan di dunia nyata," demikian laporan American Psychological Association yang disusun oleh psikolog klinis Mary Alvord, PhD.

3. Permainan sederhana melatih kreativitas tanpa bergantung pada layar

Upin dan Ipin membuat layang-layang bersama Tok Dalang (youtube.com/Les' Copaque Production)

Anak-anak dalam Upin & Ipin sering membuat permainan dari benda-benda sederhana yang ada di sekitar mereka. Mulai dari balapan sepeda, bermain layang-layang, hingga menjadikan alam sebagai tempat berpetualang. Tanpa disadari, aktivitas seperti ini melatih kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

American Psychological Association menjelaskan bahwa permainan bebas memungkinkan anak menciptakan berbagai kemungkinan baru dari benda-benda sederhana. Kondisi tersebut membantu perkembangan kreativitas, fleksibilitas berpikir, dan kemampuan berimajinasi yang menjadi bekal penting saat dewasa.

“Hal itu membantu anak mengembangkan kemampuan untuk melihat berbagai macam kegunaan dari suatu benda," jelas psikolog perkembangan Sandra Russ, Ph.D.

4. Hidup tidak berpusat pada gadget membuat pikiran lebih tenang

cuplikan Opah memeluk Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)

Meski teknologi membawa banyak manfaat, penggunaan gadget secara berlebihan dapat mengurangi waktu tidur, aktivitas fisik, hingga interaksi keluarga. Kehidupan dalam Upin & Ipin memperlihatkan keseimbangan yang membuat karakter-karakternya tampak lebih rileks dan menikmati setiap aktivitas sehari-hari.

American Psychological Association menyarankan agar keluarga menetapkan batas penggunaan media digital, terutama menjelang waktu tidur. Organisasi tersebut menekankan bahwa penggunaan perangkat digital pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur dan keseimbangan aktivitas harian anak.

"Dunia digital saat ini jauh lebih kompleks. Hal ini tidak lagi sekadar soal durasi penggunaan layar. Media digital ada di mana-mana; ponsel, tablet, TV, aplikasi, gim, bahkan perangkat AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Ini adalah sebuah ekosistem digital menyeluruh yang membentuk cara anak-anak belajar, bermain, dan berinteraksi," ujar dokter anak Dr. Tiffany Munzer, M.D. mengingatkan yang dikutip dari Healthy Children.

5. Upin & Ipin mengingatkan pentingnya keseimbangan, bukan menolak teknologi

cuplikan Fizi bersama Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)

Banyak orang menganggap kehidupan di Upin & Ipin ideal karena hampir tidak dipenuhi notifikasi, media sosial, atau tekanan untuk selalu online. Namun, pesan utama serial ini bukan mengajak orang meninggalkan teknologi, melainkan mengingatkan bahwa hubungan dengan keluarga, tetangga, dan alam tetap menjadi bagian penting dari kehidupan.

Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Computers in Human Behavior tahun 2025 menemukan bahwa durasi penggunaan teknologi digital yang semakin tinggi cenderung berkaitan dengan penurunan kesejahteraan psikososial anak. Namun, peneliti juga menegaskan bahwa kualitas penggunaan teknologi dan keseimbangan aktivitas sehari-hari tetap menjadi faktor yang paling menentukan.

"Seiring teknologi digital menjadi semakin integral dalam kehidupan anak usia dini, memahami dampaknya terhadap kesejahteraan psikososial sangatlah penting untuk menyusun rekomendasi berbasis bukti bagi orangtua dan pembuat kebijakan," dikutip dari ScienceDirect.

"Meskipun hubungan negatif antara tingkat penggunaan teknologi digital dan kesejahteraan psikososial mendukung rekomendasi untuk membatasi penggunaan teknologi digital pada anak usia dini, berbagai mekanisme kausalitas perlu dipertimbangkan," tambahnya.

Kehidupan tanpa gadget berlebihan yang digambarkan dalam Upin & Ipin terasa menyenangkan karena menghadirkan sesuatu yang mulai jarang ditemukan di kehidupan modern: waktu bermain tanpa distraksi, hubungan sosial yang hangat, kedekatan dengan alam, dan aktivitas sederhana yang bermakna. Pesan yang bisa dipetik bukanlah meninggalkan gadget sepenuhnya, melainkan belajar menggunakan teknologi secara bijak agar tidak mengurangi kesempatan menikmati dunia di sekitar kita.

Curated For You

Editorial Team

Related Article