Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Kamu Merasa Sedih Saat Libur Lebaran Selesai

5 Alasan Kamu Merasa Sedih Saat Libur Lebaran Selesai
ilustrasi merasa sedih karena libur Lebaran berakhir (pexels.com/www.kaboompics.com)

Rasanya baru kemarin sibuk berburu baju baru dan asyik makan ketupat bareng keluarga besar, tapi sekarang sudah harus balik ke realita. Kamu mungkin merasa lemas, mager, dan kurang semangat karena manajemen waktu tidur setelah puasa dan Lebaran masih berantakan akibat pola hidup yang berubah total selama sebulan penuh. Mata rasanya berat buat diajak kompromi saat harus bangun pagi lagi untuk mulai produktif menjalankan rutinitas harian.

Kalau kamu gak segera memperbaiki pola ini, rasa sedih atau post-holiday blues kamu bakal makin parah dan mengganggu kesehatan mental secara keseluruhan, lho. Dampak buruknya gak main-main, kamu bisa kehilangan fokus saat belajar atau bekerja, bahkan emosi jadi gampang meledak karena otak kekurangan waktu istirahat yang berkualitas. Kamu berhak merasa bahagia lagi seperti saat liburan, tapi itu semua dimulai dari keberanian kamu buat mengatur ulang jadwal istirahat sekarang juga, dengan mengikuti lima langkah ini.

1. Mulai geser jam tidur pelan-pelan

ilustrasi tidur nyenyak (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi tidur nyenyak (pexels.com/cottonbro studio)

Masalah utama setelah libur panjang adalah jam biologis kamu yang masih "nyangkut" di jadwal sahur atau kebiasaan begadang demi silaturahmi. Guys, jangan langsung paksa diri untuk tidur jam 9 malam kalau biasanya kamu baru bisa memejamkan mata jam 2 pagi karena itu gak bakal berhasil. Coba geser waktu tidur kamu sekitar 15 sampai 30 menit lebih awal setiap malamnya secara konsisten sampai kamu kembali ke jadwal normal yang ideal.

Manfaat dari cara bertahap ini adalah tubuh kamu gak bakal kaget atau merasa tertekan dengan perubahan jadwal yang terlalu drastis. Dengan proses yang pelan tapi pasti, hormon melatonin atau hormon pengatur tidur kamu bisa diproduksi secara alami oleh tubuh di waktu yang tepat. Ingat, tubuh kamu itu bukan mesin canggih yang punya tombol restart otomatis, jadi tolong kasih mereka waktu yang cukup buat adaptasi kembali, ya.

2. Stop kebiasaan scrolling sampai subuh

ilustrasi scrolling media sosial (pexels.com/Kerde Severin)
ilustrasi scrolling media sosial (pexels.com/Kerde Severin)

Banyak yang merasa sedih karena liburan usai, lalu melampiaskannya dengan revenge bedtime procrastination alias begadang demi nonton drakor atau main medsos. Padahal, paparan cahaya biru dari layar HP itu adalah musuh bebuyutan kualitas tidur yang bikin saraf otak kamu terus terjaga meskipun badan sudah lelah, lho. Simpanlah HP kamu minimal satu jam sebelum niat memejamkan mata supaya sistem saraf kamu bisa benar-benar rileks dan tenang.

Menghilangkan kebiasaan buruk ini bakal bikin kamu masuk ke fase tidur dalam atau deep sleep lebih cepat sehingga waktu istirahat jadi jauh lebih berkualitas. Tidur yang berkualitas bikin emosi kamu lebih stabil di pagi hari, jadi gak ada lagi tuh cerita marah-marah gak jelas ke orang rumah cuma gara-gara hal sepele, lho. Gak usah takut ketinggalan update terbaru di sosmed, karena kesehatan mental kamu jauh lebih mahal harganya daripada sekadar tahu gosip yang lagi viral.

3. Kurangi kopi dan makanan manis malam hari

ilustrasi mencium aroma kopi
ilustrasi mencium aroma kopi (pexels.com/RDNE Stock project)

Sisa-sisa kue Lebaran dan minuman manis memang menggoda buat dijadikan camilan malam, tapi ini justru bikin kamu makin susah ngantuk. Kandungan gula yang tinggi serta kafein bakal bikin jantung kamu berdebar lebih kencang saat seharusnya metabolisme tubuh sudah mulai shutdown untuk beristirahat. Jadi, stop konsumsi kafein atau camilan manis apa pun setelah jam 4 sore dan ganti dengan minum air putih atau segelas susu hangat saja.

Dengan membatasi asupan ini, organ dalam tubuh kamu gak bakal bekerja terlalu keras saat kamu mencoba buat memejamkan mata dan beristirahat. Manfaatnya, kamu gak bakal merasa seperti "zombie" atau kliyengan saat harus bangun pagi-pagi keesokan harinya untuk beraktivitas kembali. Percaya, deh, tubuh yang bersih dari asupan gula berlebih di malam hari bakal bikin kamu merasa jauh lebih segar saat harus menghadapi macetnya jalanan lagi.


4. Bikin suasana kamar yang super nyaman

ilustrasi kamar yang nyaman
ilustrasi kamar yang nyaman (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Terkadang kamu gak sadar kalau kondisi kamar yang berantakan bekas tumpukan oleh-oleh bikin otak kamu jadi stres dan makin susah buat rileks. Lingkungan tidur yang gak kondusif sering kali jadi pemicu utama kenapa kualitas tidur jadi drop parah setelah liburan panjang resmi berakhir. Solusinya, coba rapikan kamar sejenak, redupkan lampu, pasang aroma terapi kesukaan, dan pastikan suhu kamar kamu cukup sejuk buat dipakai tidur semalaman.

Manfaat dari menciptakan "ritual" tidur yang nyaman ini adalah mengirimkan sinyal kuat ke otak bahwa waktu melek sudah benar-benar selesai. Suasana yang tenang dan nyaman bakal membantu menurunkan detak jantung serta tekanan darah kamu secara alami tanpa perlu bantuan obat-obatan. Anggap saja aktivitas menata kamar ini sebagai bentuk self-love sederhana buat diri kamu sendiri setelah lelah bepergian jauh atau menerima banyak tamu, ya.

5. Cari sinar matahari pagi biar segar

ilustrasi menikmati sinar matahari pagi
ilustrasi menikmati sinar matahari pagi (pexels.com/cottonbro studio)

Kamu sering merasa lemas dan sedih setelah Lebaran karena kurang terpapar cahaya alami saat pagi hari karena pola hidup yang sempat terbalik. Kalau kamu cuma mengurung diri di dalam kamar yang gelap terus, otakmu bakal terus merasa ini masih waktu buat tidur atau bermalas-malasan. Cobalah buka jendela kamar lebar-lebar atau jalan santai di depan rumah selama 10 sampai 15 menit sesaat setelah kamu bangun tidur di pagi hari.

Paparan sinar matahari pagi bakal membantu tubuh kamu buat memproduksi hormon serotonin yang bikin suasana hati jadi jauh lebih happy dan bersemangat, lho. Manfaat lainnya adalah jam biologis kamu bakal ter-reset secara alami sehingga kamu bakal merasa ngantuk tepat waktu saat malam hari nanti tiba. Jadi, sekarang gak ada lagi alasan buat terus-terusan merasa galau di balik selimut sementara dunia luar sudah mulai bergerak produktif lagi demi masa depan, ya.

Memang gak mudah buat mengembalikan rutinitas seperti semula, tapi memperbaiki manajemen waktu tidur setelah puasa dan Lebaran jadi kunci utama biar kamu gak terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut. Kamu sudah hebat bisa melewati masa transisi yang berat ini, kok. Jadi, yuk, pelan-pelan kembalikan lagi semangat juangmu yang sempat hilang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us