ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ellyfairytale)
Menurut Carolina Estevez, Psy.D., seorang psikolog klinis, dikutip dari Parents, baik soft parenting maupun gentle parenting sama-sama menekankan hubungan emosional dan rasa hormat terhadap anak. Namun, perbedaan utamanya terletak pada cara orangtua menerapkan batasan.
"Meskipun soft parenting dan gentle parenting sama-sama menekankan hubungan emosional dan rasa hormat, perbedaan utamanya terletak pada cara menetapkan batasan," jelas Dr. Carolina Estevez.
Gentle parenting menggabungkan empati dengan aturan yang jelas, penguatan perilaku positif, serta bimbingan yang konsisten agar anak belajar berperilaku sesuai dengan nilai yang dianut keluarganya. Sementara itu, soft parenting lebih berfokus pada keinginan dan emosi anak sehingga terkadang mengorbankan konsistensi aturan yang telah dibuat.
Dikutip dari laman yang sama, Asha Dore, ahli patologi wicara dan bahasa, menjelaskan bahwa gentle parenting membantu anak memahami kesulitannya tanpa rasa malu atau takut dihukum. Sebaliknya, soft parenting lebih mengutamakan negosiasi dan pemenuhan kebutuhan emosional anak dibanding menetapkan batasan yang tegas.