Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Pasangan Melakukan Financial Manipulation, Sadari!

5 Tanda Pasangan Melakukan Financial Manipulation, Sadari!
ilustrasi pasangan (pexels.com/Yakup Polat)
Intinya Sih
  • Manipulasi finansial dapat terjadi sejak pacaran, dilakukan perempuan maupun pria, dan kerap disamarkan sebagai perhatian atau perlindungan sebelum berisiko memburuk setelah pernikahan.
  • Tandanya meliputi larangan bekerja hingga bergantung penuh, penguasaan total atas penghasilan serta pemberian jatah, dan penggunaan identitas pasangan untuk mengajukan utang.
  • Waspadai alasan masa depan bersama yang membebankan modal sepenuhnya pada satu pihak, serta penggunaan selisih gaji untuk memaksa pasangan menanggung hampir semua pengeluaran bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sikap manipulatif bisa meliputi banyak hal. Kadang orang memanipulasi kesalahan supaya dirinya terkesan benar. Orang lain yang ditempatkan di posisi salah dan harus meminta maaf padanya.

Ada juga manipulasi keuangan yang kerap terjadi tanpa disadari dalam hubungan dengan pasangan. Bahkan tindakan manipulatif terkait uang dapat mulai dilakukan sejak kalian masih berpacaran. Kalau kamu tidak kunjung menyadarinya, sikap manipulatif pasangan bakal menjadi-jadi setelah pernikahan.

Baik pelaku maupun korban dari financial manipulation juga dapat berjenis kelamin perempuan atau pria. Beberapa tindakannya di awal dapat tampak sebagai bentuk perhatian dan perlindungan. Namun, akhirnya justru membahayakan nasib pasangan yang menjadi korban manipulasi. Waspada kalau ciri di bawah ini ditunjukkan oleh pasanganmu.

1. Melarangmu bekerja agar sepenuhnya bergantung padanya

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Di Indonesia hal ini kerap dilakukan suami terhadap istri dengan berbagai alasan yang tampak sebagai bentuk perhatian. Seperti supaya istri tidak kelelahan, urusan nafkah biar sepenuhnya menjadi tanggung jawab suami, dan istri fokus mengasuh anak. Kalau keputusan untuk bekerja atau gak bekerja tetap di tangan istri, ini belum bisa disebut sikap manipulatif suami terkait keuangan.

Akan tetapi, bila suami melarang keras istri mencari uang sama artinya dengan memotong kedua kakinya. Tanpa sumber pendapatan pribadi, kehidupan istri sepenuhnya bergantung pada suami. Ini dapat membuat perempuan sangat lemah di hadapan pria sekalipun ia diperlakukan dengan buruk di kemudian hari.

2. Dia terlalu mengatur uangmu

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE)

Menikah apalagi masih sebatas pacaran seharusnya tidak lantas membuat uangmu otomatis menjadi uangnya. Kamu sebagai orang yang bekerja siang malam tetap paling berhak atas uang tersebut. Setelah dirimu memenuhi tanggung jawab finansial terhadap keluarga sesuai kesepakatan di awal, selebihnya kamu berhak mengambil keputusan atas sisa uangmu.

Namun, pasangan yang melakukan financial manipulation menganggap semua uangmu adalah uangnya. Sehingga dia berhak mengatur sampai ke setiap rupiahnya. Justru dirimu yang seolah-olah menjadi gak punya hak atas uang tersebut.

Ia sangat dominan menentukan uang tersebut hendak digunakan untuk apa saja. Dia bahkan yang kasih jatah uang makan dan transportasimu setiap hari. Seluruh uangmu harus disetorkan padanya. Uang yang telah masuk ke rekeningnya sangat sulit keluar lagi. Bahkan saat dirimu benar-benar membutuhkannya.

3. Mengajukan pinjaman atas namamu agar lolos SLIK OJK

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/RDNE Stock project)

Kecerdikan pasangan ini harus diwaspadai. Bukan tanpa alasan pasangan sampai pinjam namamu untuk mengajukan utang. Pertama, sudah pasti namanya sendiri gak bakal lolos SLIK OJK atau yang dulu disebut BI Checking.

Kemungkinan besar utangnya sudah menumpuk di mana-mana dan pembayarannya macet. Kedua, seandainya ia tidak bisa juga mencicil pinjaman barunya maka kamu yang bakal dikejar-kejar penagih utang. Walaupun seluruh uang pinjaman digunakan olehnya.

Sistem hanya mencatat identitasmu sebagai peminjam dan tidak mau tahu selebihnya. Terpenting utang dibayar atau akan ada konsekuensinya. Pinjam identitas untuk berutang termasuk red flag parah yang gak perlu dikabulkan. Bahkan bila ia mengancam putus atau justru menjanjikan ini itu.

4. Menggunakan alasan demi masa depan bersama, tapi kamu yang modalin semuanya

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Gustavo Fring)

Logikanya, bila tujuannya demi masa depan bersama maka seharusnya seluruh biaya untuk itu juga ditanggung berdua. Bukan malah dirimu yang kudu pasang badan dengan membayar semuanya atau kasih modal penuh. Contohnya, dia ingin membuka usaha.

Katanya, hasil dari usaha itu nantinya juga buat masa depan kalian selepas menikah. Bila niatnya begitu, semestinya modal dibagi dua. Bukan cuma dirimu yang menjadi sumber dana. Jangan pula percaya kalau ia bilang nanti dia yang 100 persen bekerja mengelola usaha itu.

Kamu tinggal tahu beres saja sampai modal kembali bahkan usaha kasih untung. Itu hanya cara halus buatnya menguasai usaha tersebut. Dirimu tertipu 2 kali. Padahal, gak ada perjanjian di atas kertas yang menerangkan tanggung jawabnya atas pengembalian modal, kepemilikan aset, pembagian keuntungan, dan sebagainya.

5. Selalu bilang gajimu lebih besar sehingga kamu yang membayar

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE)

Gajimu lebih besar daripada gajinya adalah fakta. Perbandingan angkanya tidak terbantahkan. Namun, seharusnya itu tidak menjadi senjata buatnya mencari keuntungan pribadi. Kalau sedikit-sedikit ia mengungkit soal pendapatanmu yang lebih gede supaya dirimu membayar sesuatu yang dinikmati bersama, ini manipulatif.

Misalnya, kamu yang bayar cicilan kredit rumah kalian. Dirimu juga yang membayar tagihan listrik dan air serta belanja ini itu. Sampai tiap jajan di luar pun dia cuma mau makannya dan lepas tangan soal pembayaran.

Jika ia tidak manipulatif seharusnya kasih opsi lain agar lebih terjangkau oleh penghasilannya. Contohnya, dia mengajakmu beli rumah yang lebih kecil agar ia juga bisa patungan bayar cicilannya. Makan di luar pun sesekali cari yang lebih murah biar dia dapat gantian membayar tagihannya. Bukan maunya makan di restoran terus, tapi kamu yang keluar duit.

Financial manipulation makin samar dalam hubungan dengan pasangan karena sering dianggap sebagai bentuk rasa sayang. Masa soal duit saja perhitungan sama pasangan sendiri? Akan tetapi, kamu kudu melek finansial supaya paham potensi bahaya untuk ke depannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More