Jakarta, IDN Times - Di balik kesuksesan seseorang, ada peran guru yang mendidik dan ikut membentuk karakter murid-muridnya. Begitu pun, di balik setiap talenta kecantikan yang terampil, ada peran para guru yang senantiasa mempersiapkannya menghadapi dinamika dunia kerja. Para beauty educators inilah yang menanamkan ilmu merias dan menata rambut serta membekali murid-murid dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar.
5 Oktober lalu dirayakan sebagai World Teacher’s Day. Momentum ini dipandang berharga bagi L’Oreal Indonesia yang bergerak di industri kecantikan. Melalui berbagai inisiatif, L’Oreal Indonesia menyoroti kontribusi para pendidik yang selama ini bekerja di balik layar dalam mencetak generasi profesional kecantikan, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan industri.
Berlokasi di L’Oreal Indonesia HQ, Jakarta Selatan, ada dua guru yang menceritakan pengalaman mereka sebagai beauty educators. Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L’Oréal Indonesia, Melanie Masriel, mengatakan bahwa peran mereka dalam membina generasi muda juga membuka peluang penghasilan dan kehidupan yang lebih mandiri.
“Di ekosistem L’Oréal Indonesia, peran ini hadir antara lain melalui pendidik vokasi di SMK rekanan program Hairducation serta trainer Beauty for a Better Life yang mendampingi komunitas dari kelompok rentan. Kontribusi mereka sangat layak mendapatkan pengakuan dan dirayakan. Melalui momentum World Teachers’ Day, kami ingin mengangkat peran beauty educators yang terus mengembangkan potensi talenta kecantikan sekaligus turut membentuk masa depan industri kecantikan Indonesia,” kata Melanie Masriel.
