Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

400 Mahasiswa Unand Bantu Verifikasi Rumah Rusak akibat Bencana Sumbar

Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar), Gen Z
Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar). (Dok. BNPB)
Intinya sih...
  • Penanganan bencana harus melibatkan semua pihak, termasuk mahasiswa
  • Universitas Andalas berkomitmen menjadi mitra BNPB dalam penanganan bencana
  • Lebih dari 20 ribu rumah rusak di Sumbar perlu diverifikasi untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar). Mahasiswa yang bergabung dalam tim tersebut mereka yang sedang menjalankan program Kerja Kuliah Nyata (KKN).

Sebagaimana diketahui, tahapan penanganan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Sumbar telah memasuki tahap pemulihan sejak 22 Desember 2025. Percepatan proses pemulihan tersebut terus berlanjut dengan melibatkan berbagai pihak.

1. Penanganan bencana harus dilakukan semua pihak

Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar).
Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar). (Dok. BNPB)

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, mengatakan penanggulangan bencana harus dilakukan secara multipihak, atau yang sering disebut kolaborasi pentaheliks. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media harus bersatu padu dalam penanganan bencana.

"Termasuk di dalamnya akademisi dan para pakar. Maka dari itu, BNPB selalu bekerja sama dengan pakar dan mahasiswa yang ada di Indonesia, khususnya di Sumbar, untuk penanganan bencana seperti yang akan kita lakukan hari ini," kata Rustian, dalam keterangan pers, Sabtu (3/1/2026).

Rustian menjelaskan, mahasiswa akan disebar ke 13 kabupaten/kota di Sumbar, untuk mendata dan memverifikasi kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang dan longsor. Kerusakan akan dibagi menjadi tiga kategori yakni rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Kategorisasi tersebut sudah disiapkan BNPB sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sebelum turun ke lapangan, Rustian menjelaskan, mahasiswa akan diberi pembekalan terkait format serta poin-poin dalam melakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Mahasiswa juga akan didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama proses tersebut.

2. Unand berkomitmen terus jadi mitra BNPB tanggulangi bencana

Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar).
Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar). (Dok. BNPB)

Sementara, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya karena telah dipercayai mendukung proses percepatan pemulihan pascabencana di Sumbar. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar bisa menjalankan tugas sesuai peraturan yang telah ditetapkan BNPB.

"Kami Universitas Andalas berkomitmen terus menerus menjadi mitra, untuk menjadi solusi dalam proses pemulihan, atau pun dalam proses rekonstruksi pascabencana yang terjadi di negara kita," tuturnya.

3. Lebih dari 20 ribu rumah rusak di Sumbar

Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar).
Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar). (Dok. BNPB)

Pada kesempatan sama, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan verifikasi data rumah rusak akan menjadi acuan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya. Dia juga mengapresiasi semangat mahasiswa yang akan membantu proses verifikasi dan validasi.

"Ada 20 ribu lebih rumah rusak di Sumbar. Verifikasi tingkatan kerusakan, apakah rusak ringan, sedang, maupun berat ini penting untuk menjadi acuan dalam membangun hunian tetap nantinya," kata dia.

Verifikasi dan validasi rumah rusak, Mahyeldi, akan dilakukan mulai hari ini, dan ditargetkan akan rampung pada Rabu, 7 Januari 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

KUHP Baru: Kumpul Kebo atau Living Together Dipidana 6 Bulan

05 Jan 2026, 07:00 WIBNews