AHY Dampingi Prabowo ke IKN, Dorong Smart City Berkelanjutan

- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Prabowo Subianto ke IKN, mendorong pengembangan smart city berkelanjutan.
- Pengembangan IKN sebagai kota cerdas fokus pada teknologi, tata kelola pembangunan terkoordinasi, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
- Kunjungan Prabowo ke IKN menepis spekulasi proyek mubazir, menunjukkan perhatian serius kepada IKN, dan dukungan penuh dari Komisi II DPR RI.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ikut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (12/1/2026).
AHY berbicara mengenai pengembangan konsep smart city yang terintegrasi dan berkelanjutan di IKN. Pengembangan kawasan strategis, infrastruktur dasar, sistem transportasi, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan prinsip kota hijau dan cerdas menjadi fondasi pembangunan IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
Menurut AHY, pengembangan IKN sebagai kota cerdas tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada tata kelola pembangunan yang terkoordinasi, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
"IKN dirancang sebagai kota yang efisien, ramah lingkungan, dan berpusat pada manusia. Karena itu, orkestrasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh ekosistem pembangunan berjalan selaras,” ujar AHY dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
AHY memastikan akan terus mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan pembangunan infrastruktur digital, energi bersih, air, sanitasi, hingga transportasi cerdas dapat terintegrasi secara optimal.
1. Kunjungan Prabowo menjawab spekulasi liar tentang IKN

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyoroti kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke IKN. Ia menilai, kunjungan tersebut dapat menjawab spekulasi liar terhadap kelanjutan mega proyek peninggalan Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo itu.
Kunjungan Prabowo ke IKN sekaligus menepis isu bahwa proyek mercusuar tersebut mubazir untuk dilanjutkan di bawah kepemimpinannya.
"Saya kira ini penting untuk menjawab spekulasi yang selama ini berkembang bahwa IKN ini semacam proyek yang mubazir," kata Rifqi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1).
2. Prabowo dinilai beri perhatian serius untuk IKN

Selain itu, Rifqi mengatakan, kunjungan tersebut dapat dimaknai bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian serius kepada IKN.
Di sisi lain, Presiden Prabowo telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang menyebutkan IKN sebagai ibu kota politik pada tahun 2028.
"Presiden Prabowo hadir dan ingin memberikan pesan kepada kita bahwa beliau bukan sekedar mengunjungi dan meninjau tapi juga memberikan perhatian kepada IKN," kata Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.
3. Pembangunan IKN tidak boleh jalan di tempat

Lebih jauh, Rifqi menyatakan, Komisi II DPR mendukung penuh kelanjutan pembangunan IKN. Menurut dia, anggaran jumbo yang hampir mencapai Rp100 triliun akan mubazir bisa proyek tersebut dibiarkan mangkrak begitu saja.
Dia menekakankan, tidak ada alasan lagi pembangunan IKN jalan di tempat. Terlebih, Kepala Negara telah menerbitkan Perpres Nomor 79 Tahun 2025 yang menyebutkan IKN sebagai ibu kota politik pada tahun 2028.
"Undang-Undang IKN maupun Perpres 79 2025 itu sudah dideclare bahwa IKN adalah ibukota negara, ibukota politik kita tahun 2028 maka no point to return bagi kami," kata Rifqi.


















