Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Akun Anak di YouTube Disetop, YouTube Kids Tak Terdampak

Akun Anak di YouTube Disetop, YouTube Kids Tak Terdampak
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid memberikan keterangan pers di kantornya di Jakarta, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah menegaskan kebijakan pembatasan usia di bawah 16 tahun hanya berlaku untuk YouTube utama, sementara aplikasi YouTube Kids tetap aman dan tidak terdampak aturan tersebut.
  • YouTube telah menyerahkan surat kepatuhan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bentuk komitmen terhadap regulasi baru yang membatasi akses pengguna di bawah 16 tahun.
  • Sebagai tindak lanjut, YouTube mulai menonaktifkan akun anak secara bertahap serta menghentikan iklan yang menyasar anak dan remaja demi menciptakan ruang digital yang lebih aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Aplikasi YouTube Kids dipastikan tidak terdampak kebijakan pembatasan usia di Indonesia. Pemerintah menegaskan aturan hanya berlaku untuk platform utama YouTube, bukan layanan khusus anak tersebut.

Kepastian ini muncul di tengah penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur pembatasan akses pengguna di bawah 16 tahun pada platform digital umum.

"Jadi kalau untuk YouTube Kids itu kan sebenarnya bagian dari ekosistem Youtube, tapi juga dia aplikasi yang terpisah dan memang tujuan penggunanya dan bahkan tidak membutuhkan akun, jadi itu berbeda dari apa yang ada di aplikasi utama Youtube," kata Kepala Hub Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Pasifik, Danny Ardianto di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

1. Aplikasi YouTube dan YouTube Kids terpisah

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid memberikan keterangan pers di kantornya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid memberikan keterangan pers di kantornya di Jakarta, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menjelaskan pengecualian tersebut karena struktur aplikasi yang berbeda dari platform utama.

"Ini karena aplikasinya terpisah sama sekali. Beda dengan platform lain yang aplikasinya itu satu kesatuan atau satu bagian, sehingga pengawasannya lebih mudah. Maka yang kita kenakan memang adalah YouTube-nya tidak kepada YouTube Kids," kata Meutya.

2. YouTube resmi batasi pengguna berusia di bawah 16 tahun

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid memberikan keterangan pers di kantornya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid memberikan keterangan pers di kantornya di Jakarta, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Sementara itu, YouTube utama resmi membatasi pengguna di bawah 16 tahun setelah mematuhi arahan Kementerian Komunikasi dan Digital. Pemerintah telah menerima surat kepatuhan dari pihak YouTube melalui Google sebagai bentuk komitmen terhadap regulasi tersebut.

"Kami ingin menyampaikan bahwa pada hari ini Pemerintah mengapresiasi karena YouTube tentu dibawahi oleh Google sudah menyampaikan surat kepatuhan. Surat kepatuhannya sudah diserahkan langsung secara kepada Dirjen Wasdig (Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital)," kata Meutya.

3. YouTube nonaktifkan akun usia anak secara bertahap

ilustrasi YouTube
ilustrasi YouTube (pexels.com/Ravi Roshan)

Sebagai tindak lanjut, YouTube memperbarui pedoman komunitas dengan meniadakan akun pengguna di bawah 16 tahun. Platform itu juga akan menonaktifkan akun secara bertahap serta menghentikan iklan yang menyasar anak dan remaja.

Hingga kini, tujuh platform digital telah menyatakan patuh terhadap PP Tunas, yakni X, Bigo Live, layanan Meta (Instagram, Facebook, Threads), TikTok, dan YouTube.

Sementara Roblox masih lakukan penyesuaian. Pemerintah memberi tenggat hingga Juni 2026 bagi platform lain untuk menyesuaikan kebijakan demi menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More