Seluruh Korban Bencana Sumut Sudah Direlokasi, Aceh Masih Tertinggal

- Seluruh penyintas banjir dan longsor di Sumatra Utara telah direlokasi ke hunian sementara atau tetap, sementara Aceh masih menyisakan pengungsi di tenda.
- Pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada 13.728 penerima di tiga provinsi dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk mempercepat relokasi.
- Pembangunan hunian sementara telah mencapai sekitar 80 persen dari target, sedangkan pembangunan hunian tetap baru menyelesaikan 110 unit dari total rencana 36.669 unit.
Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra (Satgas PRR) mencatat seluruh penyintas banjir dan longsor di Sumatra Utara kini telah meninggalkan tenda pengungsian dan dipindahkan ke hunian sementara atau hunian tetap (huntap). Hasil ini menyusul Sumatra Barat yang lebih dulu berhasil merelokasi seluruh warganya.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret, terjadi penurunan jumlah pengungsi. Semula total pengungsi di tenda mencapai 1.314 kepala keluarga, kini tersisa 812 KK atau berkurang 502 KK dalam sehari. Seluruh pengungsi yang tersisa itu merupakan warga Aceh.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan penyintas terlalu lama tinggal di tenda.
"Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Jakarta, dikutip dari keterangan pers, Minggu (15/3/2026).
1. Sebanyak 15.595 unit huntara sudah selesai dibangun

Hingga saat ini dari total rencana 19.295 unit huntara, sebanyak 15.595 unit telah selesai dibangun atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan.
Di Sumatra Barat, pembangunan huntara telah mencapai 100 persen. Sementara di Sumatra Utara sudah mencapai 95 persen, dan di Aceh baru mencapai sekitar 77 persen.
2. Pengiriman dana bantuan harian untuk mengurangi jumlah pengungsi

Pemerintah tidak hanya mengandalkan pembangunan huntara dalam upaya relokasi. Strategi penurunan jumlah pengungsi juga dibarengi dengan pemberian bantuan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang tidak memilih tinggal di huntara.
Satgas PRR mengklaim seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen. Total ada 13.728 penerima manfaat di tiga provinsi yang telah mendapatkan bantuan tersebut.
3. Pembangunan huntap yang bertahap

Selain meningkatkan pembangunan huntara, Satgas PRR juga disebut secara bertahap merampungkan pembangunan hunian tetap.
Berdasarkan data Satgas PRR per Sabtu, 14 Maret 2026 tercatat sudah ada 110 unit huntap yang selesai dibangun dari total 36.669 unit yang direncanakan. Sementara, 1.359 unit lainnya saat ini sedang dalam proses pembangunan untuk segera dihuni para penyintas.

















