Zakat Prabowo dan Kabinet Merah Putih 2026 Peroleh Rp3,8 Miliar

- Presiden Prabowo, Wapres Gibran, dan Kabinet Merah Putih menunaikan zakat di Istana Negara melalui Baznas dengan total dana terkumpul Rp3,8 miliar dari 111 pejabat.
- Prabowo menegaskan pentingnya pejabat memberi teladan dalam berzakat serta mendorong sinergi lembaga keuangan dan keagamaan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi nasional.
- Baznas menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar selama Ramadan 2026 dan total Rp1,4 triliun sepanjang tahun, dengan akumulasi nasional mencapai Rp66 triliun.
Jakarta, IDN Times - Suasana religius menyelimuti ruang utama Istana Negara, Jakarta, pada (13/3/2026). Pusat kendali pemerintahan mendadak berubah menjadi arena syahdu penyerahan rukun Islam ketiga, zakat.
Momen tercipta saat Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih menunaikan kewajiban berzakat. Mereka menyalurkan hartanya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam sebuah agenda bertajuk "Zakat Menguatkan Indonesia."
Pelaksanaan ibadah ini bergulir sebagai rangkaian pembuka sebelum sidang kabinet paripurna dimulai. Jajaran elite negeri tampak, mulai dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, para menteri dan wakil menteri, deretan kepala badan, penasihat khusus, sampai asisten khusus presiden.
Di sudut layanan khusus Istana, Ketua Baznas, Sodik Mudjahid langsung menerima harta Presiden Prabowo, melangitkan doa tulus bagi para pembayar zakat atau muzaki. Tercatat, gerai layanan di pusat pemerintahan hari itu sukses menghimpun dana menembus Rp3,8 miliar dari 111 orang Kabinet Merah Putih.
1. Harus memberi contoh

Presiden Prabowo mengatakan, para pejabat harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk membayar zakat.
“Kita juga hari ini telah memberi contoh dengan kita memberikan zakat dan ini menunjukan lagi peran yang sangat penting dari Baznas,” ujar Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna.
Prabowo mengatakan, semua lembaga keuangan dan ekonomi harus bisa berkonsolidasi dengan baik. Tujuannya agar bisa mengoptimalkan potensi ekonomi bangsa.
“Baznas ini, semua lembaga keuangan dan ekonomi dari semua organisasi keagamaan di Indonesia harus kita koordinasikan, dan kita konsolidasikan, dan kita tingkatkan kemampuannya dengan segala teknologi yang sudah ada supaya potensi ekonomi bangsa kita bisa kita kerahkan secara berarti, efisien, dan efektif,” ujar dia.
2. Baznas targetkan himpun zakat Rp515 miliar di periode Ramadan

Sodik mengatakan, Baznas pada Ramadan 1447 H/2026 M ini menargetkan bisa menghimpun dana zakat sebesar Rp515 miliar. Sementara, untuk target keseluruhan selama 2026 sebesar Rp1,4 triliun.
Angka tersebut merupakan target Baznas tingkat pusat. Apabila digabung dengan Baznas daerah, target secara keseluruhan sebesar Rp66 triliun.
3. Zakat penolong umat dan di akhirat

Lebih lanjut, Sodik mengatakan, zakat merupakan penolong umat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, zakat juga bisa menolong di akhirat bagi yang mau menyalurkannya.
“Istilah kami adalah zakat menolong umat, dan zakat adalah penolong di akhirat. Kami siap, Baznas siap, untuk menerima dan menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai dengan prinsip amanah dan ketentuan syariat,” kata dia.

















