Asah Kemampuan, Korpasgat TNI AU Gelar Latihan Terjun di Biak 2026

Korpasgat TNI AU menggelar latihan Terjun Penyegaran 2026 di Biak, Papua, untuk meningkatkan kemampuan statik dan freefall sebagai bagian dari kesiapan operasional udara.
Latihan berlangsung di Lanud Manuhua dengan area drop zone terbuka, melibatkan berbagai satuan Pasgat guna menjaga profesionalisme dan ketangkasan prajurit dalam menghadapi beragam skenario operasi.
Momen simbolis terjadi saat Danyon 481 Pasgat mengibarkan bendera satuan di udara, menandai semangat juang serta kebanggaan Korpasgat dalam memperkuat sinergi lintas satuan.
Jakarta, IDN Times - Prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) kembali mengasah kemampuan udara melalui latihan Terjun Penyegaran (Jungar) Tahun Anggaran 2026. Latihan ini digelar di Biak, Papua, Jumat (20/2/2026), sebagai bagian dari penguatan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.
Berdasarkan keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AU, latihan difokuskan pada peningkatan kemampuan terjun statik dan freefall bagi prajurit Korpasgat. Kegiatan ini menjadi agenda rutin untuk memastikan setiap personel tetap profesional, presisi, dan siap diterjunkan dalam berbagai skenario operasi.
1. Digelar di Lanud Manuhua Biak

Latihan penerjunan dilaksanakan dengan drop zone di grass strip runway Lanud Manuhua. Sejumlah satuan terlibat, termasuk prajurit di bawah Brigade Parako 3 Pasgat dan Resimen Arhanud 3 Pasgat.
Biak dipilih karena memiliki karakter wilayah yang representatif untuk latihan operasi udara. Area terbuka dan kondisi cuaca yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi para penerjun.
Latihan ini juga bertujuan menjaga standar kemampuan individu dan satuan. Setiap prajurit dituntut tetap terampil dan siap diterjunkan kapan pun untuk mendukung tugas TNI AU, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
2. Danyon 481 kibarkan bendera di udara

Momen paling menyita perhatian terjadi saat Komandan Batalyon Parako 481 Pasgat, Letkol Pas Mansyur Mannyaurang, menjadi penerjun pertama.
Ia mengibarkan bendera satuan saat melayang di udara.
Aksi tersebut bukan sekadar atraksi. Momen itu menjadi simbol semangat juang dan kebanggaan prajurit Korpasgat dalam setiap pelaksanaan latihan terjun payung.
3. Libatkan sejumlah satuan gabungan

Latihan Jungar 2026 melibatkan prajurit gabungan dari Batalyon Parako 481 Pasgat, Batalyon Parako 482 Pasgat, Denmatra 3 Pasgat jajaran Brigade Parako 3 Pasgat, hingga Yon Arhanud 31 Pasgat di bawah Resimen Arhanud 3 Pasgat.
Kolaborasi lintas satuan ini penting untuk membangun interoperabilitas. Setiap prajurit tidak hanya dituntut mahir secara individu, tetapi juga solid dalam kerja tim.
Melalui latihan ini, Korpasgat terus memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan terjun sebagai bagian dari kesiapan operasional. Dengan kemampuan yang terasah, prajurit diharapkan selalu siap mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara di berbagai medan dan situasi.


















