Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polri dan FBI Bongkar Jaringan Penipuan Global, Kerugian 20 Juta Dolar AS

Polri dan FBI Bongkar Jaringan Penipuan Global, Kerugian 20 Juta Dolar AS
Ilustrasi penipuan dan penggelapan. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Polri dan FBI berhasil membongkar jaringan penipuan global senilai lebih dari 20 juta dolar yang mencuri ribuan data kredensial korban melalui operasi gabungan siber lintas negara.
  • Kasus bermula dari temuan situs w3llstore.com yang menjual tools phishing canggih, memungkinkan pelaku mengakses akun korban tanpa kode OTP dan memanfaatkan transaksi kripto lewat Telegram.
  • Dua pelaku utama ditangkap di Kupang, NTT dengan barang bukti aset Rp4,5 miliar; penyidik menelusuri keuntungan hingga Rp25 miliar serta pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bareskrim Polri bekerjasama dengan FBI membongkar jaringan penipuan global dengan kerugian mencapai Rp25 juta dolar AS.

Dalam keterangannya, FBI mengatakan, operasi gabungan dilakukan dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

FBI menyebut jaringan penipuan ini memungkinkan para pelaku untuk mencuri ribuan data kredensial atau penting milik korban.

"Dan melakukan upaya penipuan senilai lebih dari $20 juta," ujar FBI dikutip dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

1. Berawal dari penemuan platform w3llstore.com

ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber rutin yang dilakukan penyidik terhadap situs-situs mencurigakan.

Dari temuan itu, kata dia, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan platform w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi tools melalui bot Telegram yang diduga menjual script phishing.

"Tools yang diperoleh (dari situs) terbukti dapat digunakan untuk aksi phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban,” ujar dia.

2. Pelaku dapat mengakses akun tanpa perlu kode OTP

Polri dan FBI Bongkar Jaringan Penipuan Global, Kerugian 20 Juta Dolar AS
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dia mengatakan, alat itu bekerja dengan cara menyedot data korban pada saat sedang memasukkan username dan password. Alat itu, kata dia, bahkan mampu mengambil session login sehingga pelaku dapat mengakses akun tanpa perlu kode OTP.

Dalam prosesnya, kata Isir, Bareskrim kemudian bekerja sama dengan FBI untuk mengidentifikasi korban di Amerika Serikat sekaligus menelusuri jaringan pengguna tools tersebut.

Hasilnya diketahui sosok pelaku GWL yang berperan sebagai pembuat sekaligus pengelola tools dan sarana distribusi serta pelaku FYTP yang bertugas mengelola aliran dana hasil kejahatan melalui kripto dan rekening bank.

"Modus transaksi pun beralih dari situs web ke Telegram dengan pembayaran berbasis kripto," kata dia.

3. Dua terduga pelaku ditangkap di Kupang NTT

Polri dan FBI Bongkar Jaringan Penipuan Global, Kerugian 20 Juta Dolar AS
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Berdasarkan hasil penyidikan, korban phishing tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga luar negeri. Kedua pelaku kemudian berhasil ditangkap penyidik di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026).

Dalam penangkapan itu, penyidik turut menyita aset senilai sekitar Rp4,5 miliar berupa rumah, kendaraan, dan barang elektronik.

"Sementara dari penelusuran transaksi sejak 2021 hingga 2026, kedua tersangka diperkirakan telah meraup keuntungan hingga Rp25 miliar," kata dia.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan guna menelusuri pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk para pembeli dan pengguna phishing tools tersebut.

“Keberhasilan ini sekaligus memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan ekosistem digital internasional,” ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More