Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Melihat dari Dekat Yon Arhanud 21, Perisai Langit Yogyakarta

Yon Arhanud 21 Pasgat Yogyakarta
Markas Yon Arhanud 21 Pasgat di Yogyakarta. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya sih...
  • Yon Arhanud 21 Yogyakarta siap cegat ancaman udara dengan Satuan Radar 404 Congot di Kulon Progo
  • Yon Arhanud 21 memiliki senjata rudal launcher QW-19 dan meriam Oerlikon Skyshield yang mampu menjangkau musuh hingga 6 kilometer
  • Masing-masing personel diberikan tugas untuk menguasai alutsista tertentu, seperti senjata sniper dan rudal launcher QW-19
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Langit Yogyakarta terlihat cerah pada Jumat, 13 Februari 2026, ketika menjejakkan kaki di Markas Yon Arhanud 21 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) milik TNI Angkatan Udara (AU). Mereka memiliki tugas menjaga objek vital TNI AU dari ancaman musuh yang datang dari udara. Markas ini menyatu dengan area Lanud Adisutjipto.

Ketika tiba, sudah terpampang sejumlah alutsista, mulai dari dua unit kendaraan, satu unit mobil radar, perlengkapan rudal, dan berbagai senapan. Yon Arhanud merupakan satuan baru sebagai dampak dari validasi organisasi di Kopasgat.

Meski situasi terlihat tenang di Yogyakarta, bukan berarti bebas dari ancaman musuh. Itu sebabnya menjadi tugas 259 personel di Yon Arhanud 21 untuk mendeteksi dan menghalaunya.

"Kami melaksanakan pertahanan udara. Ibarat di iron dome bagi Israel lah," ujar Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Arhanud 21 Pasgat Kapten Tarju ketika ditemui di Depok, Yogyakarta, dalam acara Press Tour TNI AU.

Kapten Tarju mengatakan objek yang dijaga Yon Arhanud bukan sekadar bandara Adisutjipto, melainkan juga gedung agung, gedung Pertamina, hingga PLN.

"Pokoknya yang masuk objek vital nasional. Jangan berpikir tentang bandara saja, seandainya Pertamina dihancurkan pesawat juga gak bisa terbang, karena avtur kami kan mengandalkan dari Pertamina," kata pria yang mengenakan baret jingga itu.

1. Yon Arhanud 21 Yogyakarta yang akan cegat bila ada ancaman dari udara

Batalyon Arhanud 21
Salah satu kendaraan taktis di Batalyon Arhanud 21 Yogyakarta. (IDN Times/Santi Dewi)

Kapten Tarju menyebut bila terdeteksi adanya ancaman dari udara, maka akan dipantau Satuan Radar 404 Congot milik TNI AU yang ada di Kulon Progo. Satuan radar itulah yang menjadi mata dan telinga bagi pertahanan di Yogyakarta.

"Jadi, konsep satuan radar itu digelar seperti perisai-perisai saling menutup," kata Tarju.

Tarju mengatakan Yon Arhanud 21 berfungsi menjadi pelapis. "Tetapi kami cegat di sini," tutur dia.

Tarju menjelaskan mekanisme bila dideteksi objek asing di ruang udara Yogyakarta. Bila dari satuan rada 404 Congot tidak berhasil mendeteksi pesawat, maka benda itu terindikasi sebagai musuh.

"Kalau sudah begitu akan dikejar oleh pesawat tempur yang stand by di Madiun, jet tempur F-16. Mereka yang akan lakukan pengejaran. Kalau ternyata tetap masih lolos, nyampe ke kami baru akan kami eksekusi," imbuhnya.v

2. Yon Arhanud 21 bisa hancurkan musuh dengan meriam

Yon Arhanud 21
Platform QW-3 Launcher Rudal milik Yon Arhanud 21 Yogyakarta. (IDN Times/Santi Dewi)

Tarju kemudian menunjukkan salah satu senjata rudal launcher buatan China, QW-3, meskipun yang digunakan sudah versi terbaru yakni QW-19. Meriamnya sendiri disebut Oerlikon Skyshield. Bila rudal itu ditembakkan bisa menjangkau musuh di titik hingga jarak 6 kilometer.

"Jadi, setelah ditembakkan rudalnya akan mengejar (objek). Jadi, kalau masih dalam jangkauan 6 kilometer pasti kena. Kalau seandainya berada di luar dari 6 kilometer ya gak kena," kata dia.

Tarju mengakui alutsista yang digunakan masih buatan luar. Namun ke depan Indonesia lewat PT Pindad juga mampu memproduksi alutsista itu.

"PT Pindad kan sudah memproduksi senjata-senjata baik untuk membidik lawan di udara atau darat. Kita sudah regenerasi. Termasuk rantis P6 ATAV itu kan sudah diproduksi Pindad, dan ini sudah dilirik oleh negara asing," tutur dia.

Ketika IDN Times tanyakan apakah Yon Arhanud 21 sudah pernah mendeteksi objek asing yang dianggap sebagai ancaman, Tarju menepisnya. Kendati, Yon Arhanud 21 tetap selalu siaga meskipun tidak dalam masa berperang.

"Suatu negara di kala kekuatan militernya kuat, maka negara asing akan memperhitungkan. Tetapi kalau negara kita lemah militernya dan alutsistanya, maka kita akan mudah diserang oleh negara asing," ujarnya.

3. Masing-masing personel diberikan tugas menguasai alutsista tertentu

Yon Arhanud 21 Kopasgat
Personel Yon Arhanud 21 Kopasgat di Yogyakarta ketika mendemokan senjata. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Komandan Yon Arhanud 21 Kopasgat, Letnan Kolonel Pas Yosef Abidondifu mengatakan masing-masing personel di sana diberikan tugas untuk menguasai alutsista tertentu. Ada yang diberi tugas untuk menguasai senjata sniper hingga rudal launcher QW-19.

"Jadi, secara tidak langsung nanti akan sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing. Itu ditentukan DSP (Daftar Susunan Personel) atau tugas yang tertulis di Skep. Misalnya 'si A jabatannya adalah operator radar'. Mau gak mau dia harus menguasai radar itu," kata Yosef.

Selain itu, kata Yosef, para prajurit juga melaksanakan latihan pembinaan perorangan maupun kemampuan perorangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

WANSUS Wanda Hamidah: BoP Itu Dewan Penjajahan, Tak Fokus Perdamaian

15 Feb 2026, 18:03 WIBNews