Jelang Ramadan, Ribuan Personel DLH Turun Bersihkan Masjid se-Jakarta

- Proses pembersihan melibatkan tingkat kota hingga kecamatan, menyeluruh di berbagai fasilitas
- Ada penanganan khusus untuk sampah elektronik dan besar
Jakarta, IDN Times - Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan ribuan personel kebersihan untuk melakukan kerja bakti di masjid dan musala di seluruh wilayah Jakarta.
Tujuannya adalah memastikan tempat peribadatan dalam kondisi bersih dan rapi sehingga jemaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman selama bulan Ramadan nanti.
"Kami ingin masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman. Karena itu, personel kebersihan kami turun langsung membersihkan area dalam dan luar rumah ibadah, termasuk lingkungan di sekitarnya," ujar Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dikutip dari ANTARA, Minggu (15/2/2026).
1. Proses pembersihan melibatkan tingkat kota hingga kecamatan

Kerja bakti yang telah dimulai sejak Kamis, 12 Februari 2026 ini melibatkan seluruh jajaran kebersihan di tingkat kota hingga kecamatan termasuk personel dari Suku Dinas Lingkungan Hidup di enam kota/kabupaten administrasi, Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPS BA), Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup di tingkat kecamatan, unsur wilayah, dan pengurus rumah ibadah.
Mereka bergotong royong bersama para pengurus masjid, musala, dan unsur kewilayahan setempat untuk memastikan rumah ibadah dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman bagi jemaah.
Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh di berbagai area masjid, meliputi ruang utama untuk salat, tempat wudhu, halaman, saluran air, dan seluruh fasilitas pendukung lainnya.
2. Ada penanganan khusus untuk sampah elektronik dan besar

DLH Jakarta juga menyiapkan penanganan khusus untuk jenis sampah tertentu yang kerap ditemukan di lingkungan permukiman maupun fasilitas umum.
Petugas tidak hanya fokus pada sampah rumah tangga biasa, tetapi juga memberikan perhatian lebih pada sampah elektronik atau e-waste dan sampah berukuran besar yang dikenal dengan bulky waste.
3. Kegiatan bersih-bersih jadi momentum mempererat kebersamaan dan kepedulian warga

Tak hanya itu, momen menjelang Ramadan ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Asep mengatakan, partisipasi aktif warga sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kebersihan. Dia pun mengajak masyarakat untuk serta merawat lingkungan masing-masing.
“Ramadan adalah waktu untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Kami berharap kegiatan ini juga mendorong partisipasi warga agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,” kata Asep.


















