Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bersiap Laksanakan Puncak Haji, Jemaah Bergerak Menuju Arafah Senin Besok

Bersiap Laksanakan Puncak Haji, Jemaah Bergerak Menuju Arafah Senin Besok
Jemaah haji embarkasi JKB 19 tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Minggu (17/05/2026) pagi waktu Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Mulai Senin, 25 Mei 2026, jemaah haji Indonesia bergerak bertahap dari hotel menuju Arafah dalam tiga gelombang untuk persiapan puncak ibadah haji di Padang Arafah.
  • Satuan Tugas Arafah diberangkatkan lebih dulu guna memastikan kesiapan layanan Armuzna, termasuk tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan bimbingan ibadah bagi seluruh jemaah.
  • Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan seperlunya, serta saling peduli terutama kepada lansia dan disabilitas agar pelaksanaan Armuzna berjalan aman dan tertib.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mulai Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Zulhijah 1447 H, jemaah haji Indonesia akan bergerak dari hotel menuju Arafah secara bertahap untuk bersiap melaksanakan puncak haji di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji (Kemenhaj) Maria Assegaff mengatakan, pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah dilakukan secara bertahap dalam tiga trip, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

"Besok, 8 Zulhijah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria Jakarta, Minggu (24/5/2026).

1. Satuan Tugas Arafah diberangkatkan lebih dulu untuk pastikan kesiapan layanan Armuzna

Tumpukan kasur terbungkus plastik bertuliskan Bayt AlHajj tersusun rapi di dalam tenda besar dengan beberapa orang berdiri di pintu keluar.
Kasur yang akan digunakan di Arafah ( DOK. MCH 2026)

Maria memaparkan, pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah mulai diberangkatkan ke lokasi untuk memastikan kesiapan layanan Armuzna, mulai dari pengecekan akhir tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, pelindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.

"Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk," katanya dikutip dari laman haji.go.id, Kemenhaj.

2. Barang-barang yang perlu dibawa jemaah haji saat Armuzna

Tenda besar berwarna putih untuk jemaah haji Indonesia di Arafah dengan pendingin udara dan tempat sampah di sekitarnya.
Tenda putih jemaah haji Indonesia di Arafah tampak rapi dan dilengkapi fasilitas seperti pendingin udara serta tempat sampah di area sekitarnya. Lokasi ini menjadi tempat beristirahat para jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. (Dok. MCH 2026)

Kemenhaj, kata Maria, memastikan seluruh persiapan layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna terus dimatangkan. Seluruh jemaah haji Indonesia pun saat ini telah berada di Makkah.

Menjelang keberangkatan ke Arafah, Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, makan teratur, minum air yang cukup, serta menyiapkan barang bawaan seperlunya.

"Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan, seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi. Hindari membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” pesan Maria.

3. Jemaah dan petugas diminta saling peduli

Ilustrasi jemaah haji Indonesia
Ilustrasi jemaah haji asal Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Maria juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kemenhaj terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan untuk memastikan pelaksanaan Armuzna berjalan optimal.

“Mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar puncak haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, serta kemudahan,” tandas Maria.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More