Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BMKG Minta Warga Waspada Potensi Banjir Rob Mulai 6 Januari

BMKG Minta Warga Waspada Potensi Banjir Rob Mulai 6 Januari
Ilustrasi banjir rob (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Share Article

Jakarta, IDN Times — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk pesisir DKI Jakarta.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo menjelaskan fenomena tersebut diprediksi terjadi pada 6 Januari 2023 karena fenomena bulan purnama. Akibatnya muncul potensi peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang bisa menyebabkan banjir rob.

“Potensi banjir pesisir ini berbeda waktu, hari, dan jam, di setiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Senin (2/1/2022).

1. Potensi banjir rob di DKI Jakarta pada 3-10 Januari 2023

Sejumlah warga berjalan melewati jalan di sekitar rumahnya yang tergenang banjir rob di Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (24/5/2022). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, adanya fenomena air laut pasang di pesisir pantai Utara Pekalongan berimbas sejumlah daerah di Kota Pekalongan mengalami banjir rob, dengan ketinggian rata-rata mencapai antara 5-70 centimeter. (Antara/Harviyan Perdana Putra)
Sejumlah warga berjalan melewati jalan di sekitar rumahnya yang tergenang banjir rob di Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (24/5/2022). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, adanya fenomena air laut pasang di pesisir pantai Utara Pekalongan berimbas sejumlah daerah di Kota Pekalongan mengalami banjir rob, dengan ketinggian rata-rata mencapai antara 5-70 centimeter. (Antara/Harviyan Perdana Putra)

BMKG memprediksi banjir rob terjadi di pesisir utara DKI Jakarta pada 3-10 Januari 2023. Eko meminta masyarakat wilayah pesisir selalu waspada karena ancaman banjir rob.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,” kata Eko.

2. Daftar 20 daerah yang berpotensi mengalami banjir rob

Desa tenggelam banjir rob di Demak, Jawa Tengah (IDN Times/Dhana Kencana)
Desa tenggelam banjir rob di Demak, Jawa Tengah (IDN Times/Dhana Kencana)

Selain DKI Jakarta, ada 19 daerah lainnya yang diprediksi akan mengalami pasang maksimum air laut dan berpotensi mengalami banjir rob. Daerah itu di antaranya:

1. Pesisir Sumatra Barat 6-7 Januari

2. Pesisir Bengkulu 6-7 Januari

3. Pesisir Kepulauan Riau (Pesisir Kabupaten Karimun) 1-10 Januari

4. Pesisir Kepulauan Riau (Pesisir Batu Ampar) 5-10 Januari

5. Pesisir Kepulauan Riau (Pesisir Tanjung Uban) 9-10 Januari

6. Pesisir Banten 1-5 Januari

7. Pesisir utara DKI Jakarta 3-10 Januari

8. Pesisir Jawa Barat 1-4 Januari

9. Pesisir utara Jawa Tengah 6-15 Januari

10. Pesisir selatan Jawa Tengah 4-11 Januari

11. Pesisir Jawa Timur 5-9 Januari

12. Pesisir NTB 5-8 Januari

13. Pesisir NTT 1-2 Januari

14. Pesisir Kalimantan Barat 6-10 Januari

15. Pesisir Sulawesi Utara (Pesisir utara hingga timur Kep. Talaud dan bagian barat dan timur Kep. Sangihe) 1-6 Januari

16. Pesisir Sulawesi Selatan 6-8 Januari

17. Pesisir Maluku Utara (Pesisir utara Kep. Halmahera) 7-9 Januari

18. Pesisir Maluku (Pulau Buru, Kota Ambon dan Kep. Lease, Seram bagian Timur, Kota Tual, Kep. Aru, Kep. Tanimbar, Seram bagian barat dan Pulau Banda) 1-10 Januari

20. Pesisir Papua Selatan (Merauke) 1-7 Januari

3. BMKG lakukan modifikasi cuaca cegah hujan ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrem ( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Ilustrasi cuaca ekstrem ( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Sebelumnya BMKG merilis potensi terjadinya hujan intensitas tinggi hingga ekstrem memasuki tahun baru 2023. Prediksi BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia masih akan diguyur hujan hingga pertengahan Januari ini.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan telah melakukan modifikasi cuaca untuk mencegah hujan ekstrem terjadi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat pada momen Tahun Baru 2023.

“Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan guna mencegah cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat berhasil,” kata Dwikorita dalam keterangan tertulis.

Dwikorita menjelaskan operasi TMC merupakan hasil kolaborasi BMKG bersama BRIN, BNPB, TNI Angkatan Udara, Pemprov DKI dan Jabar, serta Kementerian Perhubungan.

Operasi TMC tersebut mulai dilakukan sejak 29 Desember 2022 menggunakan sedikitnya 30 ton NaCl atau garam disemai dengan dua pesawat yaitu Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

"Alhamdulillah, operasi TMC yang digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat berjalan sesuai rencana dan bisa dikatakan berhasil, sehingga tidak terjadi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek pada tgl 30 Desember yang lalu, karena berhasil dikurangi intensitasnya," ungkap Dwikorita.

Share Article
Topics
Editorial Team
Melani Hermalia Putri
EditorMelani Hermalia Putri

Related Articles

See More

Lagu Mas Bahlil Ganteng Potensial Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029

01 Jun 2026, 19:32 WIBNews