Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BNPB: 12 dari 18 Kabupaten di Aceh Alami Gangguan Sumber Air Bersih

Pembuatan sumur bor di Gampong Rumoh Rayeuk
Pembuatan sumur bor di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Senin (29/12/25). (Dok. BNPB)
Intinya sih...
  • 12 dari 18 kabupaten di Aceh alami gangguan air bersih akibat banjir dan tanah longsor
  • BNPB, TNI, Polri, dan Kodam Iskandar Muda melakukan pengeboran sumur bor di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga
  • Diperlukan biaya sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta untuk tiap pembangunan sumur bor sebagai upaya pemulihan layanan air bersih
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, ada 12 dari 18 kabupaten di Aceh yang mengalami gangguan layanan air bersih usai dihantam banjir dan tanah longsor. Itu sebabnya pembuatan sumur air menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Aceh.

"Yang terdampak tidak hanya jaringan pipa, tetapi di beberapa titik sumber airnya juga terdampak. Sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa recovery 100 persen. Maka, penggantian pipa terus dilakukan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, ketika memberikan keterangan pers secara daring, Jumat (2/1/2026).

Ia mengatakan, sejumlah elemen turun tangan untuk membuat sumur bor di sejumlah titik. Pengeboran sebanyak 10 titik di Aceh Utara dilakukan oleh BNPB dan TNI Angkatan Darat (AD).

"Pengobaran di Aceh Tamiang di 24 titik dan saat ini pengeboran dikerjakan di 6 titik," tutur dia.

Lalu, Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) ikut melakukan pengeboran di 6 titik di Kabupaten Aceh Tamiang. Polri melakukan pengeboran untuk sumur air di 146 titik dan sifatnya siap pakai.

Kodam Iskandar Muda (IM) juga melakukan pengeboran sumur bor sebanyak 121 titik. Sebanyak 69 sumur bor di antaranya sudah selesai.

"(Sebanyak) 121 titik sumur bor yang dikerjakan oleh Kodam Iskandar Muda meliputi Aceh Tamiang 80 titik; Aceh Utara 21 titik; Bireuen 6 titik; Bener Meriah 5 titik; Pidie Jaya 3 titik, dan Aceh Timur 3 titik," katanya.

Sebelumnya, soal keberadaan layanan air bersih di lokasi bencana turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dibutuhkan biaya sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta untuk tiap pembangunan sumur bor.

"Sumur bor ada dua, yang dangkal untuk pembersihan dan sumur bor dalam untuk konsumsi air bersih," katanya.

Selain mengandalkan sumber air bersih dari pengeboran sumur, BNPB juga menyediakan mobil tangki dan hydran torent.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Buka Era Baru, Zohran Mamdani: New York untuk Semua Warganya

02 Jan 2026, 19:01 WIBNews