Kurikulum Pencegahan LGBT Bakal Diajarkan Mulai Kelas 4 SD

- Kementerian Agama akan memasukkan materi pencegahan budaya LGBT ke dalam kurikulum pendidikan agama sesuai Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang pertahanan negara.
- Wamenag Romo Muhammad Syafi'i menegaskan bahwa kebijakan ini menyoroti penyebaran budaya LGBT sebagai ancaman nonmiliter, bukan serangan terhadap individu.
- Materi pencegahan akan diajarkan mulai kelas 4 SD hingga SMA, dengan konten yang saat ini sedang dimatangkan sebelum diintegrasikan ke kurikulum berjalan.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi'i, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025, tentang kebijakan umum pertahanan negara tahun 2025-2029. Salah satu yang disorot dalam Perpres itu terkait penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisenta| Transgender, and Queer (LGBTQ) masuk dalam kategori ancaman nonmiliter.
Syafi'i mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) akan memasukkan pencegahan budaya LGBT pada kurikulum pengajaran pendidikan agama.
"Karena itu kan karena itu sebuah ancaman, itu kan harus kita... kita hindari ya. Dan dari caranya, tentu dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak didik kita agar tidak dipengaruhi oleh budaya itu," ujar Syafi'i di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tidak menyerang secara individu. Melainkan lebih kepada sebaran budaya LGBT.
"Jadi, Presiden tidak menyerang personal-personalnya, tapi budaya penyebarannya itu... itu adalah ancaman terhadap pertahanan negara. Karena itu Kemenag menyusun kurikulum, nanti akan di-insert dalam kurikulum yang sudah ada," kata dia.
Nantinya, penerapan pencegahan budaya LGBT itu mulai diajarkan di kelas 4 SD/MI. Selain itu, tingkat SMP/MTs dan SMA/MA juga akan mendapat materi pencegahan budaya LGBT.
"Memberikan pemahaman dari tingkat SD itu mungkin mulai kelas 4, 5, 6. Kemudian kalau Menengah Pertama 1, 2, 3. Menengah Atas 1, 2, 3. Mudah-mudahan dengan itu mereka bisa memahami betapa bahayanya penyebaran budaya LGBT itu," kata dia.
Menurutnya, semua proses materi ajar untuk mencegah budaya LGBT sedang dimatangkan.
"Ini sedang kita matangkan. Materinya sudah terkumpul semuanya, ini sedang kita matangkan, nanti baru di-insert ke kurikulum yang sudah berjalan," imbuhnya.



















