BNPB: Jumlah Korban Meninggal Bencana Banjir di Sumbar Jadi 74 Jiwa

- Banjir di Sumbar, Aceh, dan Sumut mengganggu komunikasi
- Jembatan Kembar Silaiang Bawah lumpuh, 30 rumah terdampak longsor
- BNPB gelar operasi modifikasi cuaca serentak di tiga provinsi untuk atasi banjir dan longsor
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasinya mengenai kondisi pascabanjir di Sumatra Barat. Jumlah korban meninggal dunia per Sabtu (29/11/2025) naik drastis menjadi 74 jiwa.
Angka tersebut dilaporkan yang menjadi korban di Kabupaten Agam, Sumbar. Sementara, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Menurut data BNPB pada Jumat kemarin, jumlah korban meninggal dunia masih 23 jiwa.
"Pemerintah Kabupaten Agam merilis 78 orang lainnya masih belum ditemukan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/11/2025).
Bila digabungkan dengan angka korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Utara per Jumat kemarin, maka total korban meninggal dunia sudah menembus 225 jiwa. BNPB melaporkan pada Jumat kemarin, angka korban meninggal dunia di Aceh mencapai 35 jiwa. Sedangkan, korban meninggal dunia di Sumatra Utara sudah mencapai 116 jiwa.
1. Banjir di tiga provinsi ganggu saluran komunikasi

Sebelumnya, Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengakui banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi turut mengganggu sistem jaringan telekomunikasi. Hal itu mengakibatkan terjadinya keterlambatan pendataan, distribusi hingga perkembangan informasi di lapangan. Itu sebabnya salah satu bantuan yang dikirim dari Jakarta adalah Starlink.
"BNPB mendatangkan solusi berupa penyediaan alat penyedia jaringan internet Starlink yang sementara ditempatkan di lokasi pengungsian maupun di posko penanganan darurat," katanya ketika memberikan keterangan pers pada Jumat kemarin.
Selain itu, BNPB juga mendapat laporan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur di Aceh. Jalur nasional perbatasan Sumut menuju ke Aceh terputus akibat longsor. Sementara, kerusakan jembatan di Meureudu mengakibatkan terhentinya konektivitas Banda Aceh-Lhokseumawe-Aceh Timur-Langsa-Aceh Tamiang.
"Sejumlah kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah dan Bener Meriah saat ini tidak dapat diakses melalui jalur darat karena kerusakan total pada jalan nasional maupun jembatan," ujar dia.
2. Akses Padang menuju ke Bukittinggi lumpuh

Di sisi lain, salah satu infrastruktur yang penting dan rusak berat usai dihantam banjir adalah Jembatan Kembar Silaiang Bawah di Kabupaten Padang Panjang. Alhasil akses jalan dari Padang menuju ke Bukittinggi dan sebaliknya lumpuh total.
Hingga saat ini, jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan. Selain itu, 30 rumah terdampak longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Panjang, Nofi Yanti, mengatakan hingga Jumat pagi akses masih tertutup total.
"Alat berat sudah datang satu kemarin, namun belum berhasil memindahkan semua lumpur di atas jembatan. Lumpurnya sangat tinggi," ujar Nofi pada Jumat kemarin.
Dia mengatakan, sebanyak 130 personel gabungan diturunkan untuk membantu proses pembersihan.
3. BNPB gelar operasi modifikasi cuaca serentak di tiga provinsi untuk atasi banjir dan longsor

Sementara, untuk mencegah terjadi banjir dan longsor yang lebih parah, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca secara serentak di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Untuk merealisasikan OMC, BNPB turut menggandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Operasi lintas kementerian dan lembaga ini bertujuan untuk mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana. Caranya dengan melakukan rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman.
Di Aceh, OMC resmi dimulai Jumat menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda. Sementara itu, di Sumatra Utara, operasi telah dimulai lebih awal pada Kamis (27/11/2025) dari Posko Bandara Kualanamu.
"Hingga saat ini telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO)," ujar Suharyanto.
Adapun operasi di Sumatra Barat dijadwalkan akan mulai beroperasi pada hari ini dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.
















