Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Curhat Pedagang Suvenir HUT ke-81 RI di Monas: Tak Seramai Tahun Lalu
Rahmat, pedagang suvenir kemerdekaan di Monas, mengaku dagangannya sepi pembeli, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu W)
  • Pedagang atribut kemerdekaan Rahmat mengaku penjualan di Monas saat HUT ke-81 RI lebih sepi dibanding upacara tahun sebelumnya karena jumlah warga di luar Istana berkurang.
  • Rahmat menduga kondisi perekonomian memengaruhi rendahnya antusiasme warga menghadiri upacara di sekitar Monas.
  • Membawa 10 lusin bando, pita, stiker, dan bendera, Rahmat baru menjual sekitar seperempat barang hingga pukul 09.30 WIB dan menargetkan berdagang sampai 15.00 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rahmat jual bando, pita, stiker, dan bendera merah putih di Monas. Saat acara ulang tahun Indonesia ke-81, orang-orang yang datang tidak seramai tahun lalu. Dari jam 5 pagi sampai jam setengah 10, baru sedikit barangnya terjual. Rahmat bilang mungkin keadaan uang sekarang membuat orang lebih sedikit datang. Ia masih jualan sampai jam 3 sore dan berharap barangnya habis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seorang pedagang atribut kemerdekaan di kawasan Monas bernama Rahmat, mengaku dagangannya tahun ini tidak selaris perayaan upacara HUT RI tahun sebelumnya. Menurutnya, antusiasme warga yang datang di luar Istana tahun ini lebih sepi.

Padahal saat upacara HUT Kemerdekaan tahun lalu, kata Rahmat, warga ramai memadati sekitar tempatnya berjualan di kawasan Taman Pandang, Jalan Silang Monas Barat Laut, Jakarta Pusat.

Rahmat menduga, sepinya antusiasme warga untuk hadir di luar Istana saat Upacara HUT ke-81 RI, dipengaruhi kondisi perekonomian sekarang ini.

"Mungkin karena krisis ekonomi kali ya, pengaruh ekonomi," kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (17/8/2026).

Rahmat yang tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, secara khusus berjualan membawa dagangannya 10 lusin. Ia mengaku, sejak pukul 05.00 hingga 09.30 WIB, baru laku sekitar seperampat dagangannya.

Aksesoris kemerdekaan yang dijual di antaranya bando, pita merah-putih, stiker, dan bendera.

Apabila semua dagangannya terjual, Rahmat bisa membawa keuntungan bersih sekitar Rp800 ribu. Ia berencana menjual dagangannya sampai pukul 15.00 WIB.

"Sampai jam 3 sore sampai penurunan. Mudah-mudahan abis semua," ujar Rahmat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article