Daerah Dataran Tinggi Aceh Diminta Jaga Stok Pangan Pascabencana

- Menteri Dalam Negeri menyarankan daerah dataran tinggi Aceh memperkuat stok pangan pasca bencana banjir dan longsor.
- Imbauan juga disampaikan kepada Menteri Pertanian untuk membantu penguatan stok pangan di Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
- Tito menekankan pentingnya daerah tersebut memiliki stok logistik hingga tiga bulan ke depan karena bukan merupakan penghasil pangan utama.
Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyarankan pemerintah daerah Aceh, khususnya di dataran tinggi buat memperkuat stok pangan. Ketiga daerah yang dimaksud itu ialah Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
Imbauan itu juga disampaikan kepada Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman selaku pihak terkait di pemerintah pusat.
"Ini mohon bantuan Bapak Menteri Pertanian, di sekaligus mohon di daerah ini diperkuat stoknya karena di daerah-daerah ini nggak pernah pengalaman punya bencana yang besar," kata dia dalam rapat koordinasi pascabencana Sumatra di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Tito secara khusus menyoroti peristiwa bencana banjir dan longsor pada November 2025. Di mana daerah-daerah tersebut tidak menyiapkan banyak stok pangan. Sehingga saat akses jalan dan jembatan terputus, daerah tersebut kekurangan logistik dan mengakibatkan masyarakat panik.
"Biasanya (stok) logistik hanya dua-tiga hari, mengharapkan nanti ada lalu lintas lancar. Begitu terputus jalan, mereka pengalaman di Aceh Tengah, Takengon, hari ketiga sudah sudah hampir kekurangan logistik dan masyarakat sudah mulai panik. Hari ketiga sudah sudah hampir kekurangan logistik dan masyarakat sudah mulai panik," ucap dia.
"Tapi untung cepat waktu itu dari Bulog, Bapanas, BNPB, TNI, Polri semua bergerak drop udara," sambung Tito.
Oleh sebab itu, Tito menekankan kepada menteri dan kepala lembaga terkait untuk membantu penguatan stok pangan di Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah. Idealnya, daerah tersebut punya stok logistik hingga tiga bulan ke depan.
Terlebih daerah di dataran tinggi bukan merupakan penghasil pangan utama seperti beras dan minyak goreng.
"Nah, dari pengalaman itu mohon kami menyarankan tiga tempat ini untuk diperkuat stok tiga bulan dan Pak Dirut Bulog dan Bapak Menteri Pertanian, Bapak Kepala Badan Pangan sudah sangat memahami," tuturnya.

















