Kapal Perang AS Kebakaran di Laut Merah, Serangan Iran?
- Kapal induk USS Gerald Ford mengalami kebakaran di Laut Merah pada 12 Maret 2026, melukai dua tentara namun tidak menimbulkan kerusakan serius dan tetap beroperasi normal.
- USS Gerald Ford tengah berpatroli di Laut Merah sebagai bagian dari operasi militer AS di Timur Tengah, memantau konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel hingga April 2026.
- Selain USS Gerald Ford, kapal perang USS Abraham Lincoln juga beroperasi di kawasan tersebut dan sempat menjadi target serangan drone IRGC yang berhasil digagalkan sistem pertahanan udara AS.
Jakarta, IDN Times - Kapal perang USS Gerald Ford milik Amerika Serikat yang sedang berlayar di Laut Merah mengalami kebakaran. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026). Menurut keterangan pejabat militer AS yang tidak disebut namanya, insiden ini tidak terkait penyerangan dari pihak mana pun.
Pejabat tersebut menambahkan, kebakaran yang terjadi tidak merusak kapal. Namun, insiden ini melukai dua tentara yang sedang bertugas. Beruntungnya, luka yang mereka alami tidak terlalu parah. Saat ini, mereka juga sudah diberikan perawatan medis untuk menyembuhkan lukanya.
"Tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal dan kapal induk tetap beroperasi penuh," kata pejabat militer AS, seperti dilansir CNA, Jumat (13/3/2026).
1. Kapal USS Gerald Ford ikut andil dalam serangan Iran

Sebagai informasi, kapal USS Gerald Ford sendiri merupakan kapal perang milik angkatan laut AS. Kapal tersebut turut andil dalam serangan AS ke Iran yang dilakukan lewat operasi militer bertajuk Epic Furry. Kapal tersebut juga turut andil dalam memantau situasi di Selat Hormuz.
Kapal USS Gerald Ford menampung lebih dari 5 ribu tentara dan lebih dari 75 pesawat tempur yang siap menyerang musuh. Kapal tersebut dikabarkan sudah berlayar selama kurang lebih sembilan bulan untuk melakukan berbagai operasi militer, termasuk operasi militer yang dilakukan AS ke Iran.
Keberadaan kapal induk bertenaga nuklir ini juga berfungsi sebagai penjaga perdamaian di perairan Timur Tengah. Ini merupakan bagian dari misi Presiden AS, Donald Trump, untuk menjaga perdamaian dunia.
2. Kapal USS Gerald Ford berlayar di Laut Merah untuk berpatroli

Sejak Rabu (11/3/2026), kapal USS Gerald Ford sudah berlayar di Laut Merah. Di sana, mereka melakukan patroli untuk memantau situasi di tengah konflik di Timur Tengah antara Iran, AS, dan Israel yang sedang memanas.
Kapal USS Gerald Ford ini dikabarkan bakal terus berpatroli di perairan Timur Tengah, termasuk di Laut Merah, sampai April 2026 mendatang atau sampai situasi konflik mereda. Sebab, hingga saat ini, Iran masih kerap melakukan serangan ke kapal-kapal yang berlayar di perairan Timur Tengah, seperti di Laut Merah dan Selat Hormuz.
3. Kapal USS Abraham Lincoln juga berpatroli di perairan Timur Tengah

Selain USS Gerald Ford, USS Abraham Lincoln juga jadi kapal perang angkatan laut AS yang berpatroli di perairan Timur Tengah. Kapal tersebut juga menjadi bagian dari operasi militer AS di Iran.
Pada pekan lalu, kapal USS Abraham Lincoln terkena serangan drone Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC). Saat itu, kapal sedang berlayar di sekitar Teluk Oman. Serangan tersebut tidak mengenai kapal. Sebab, drone yang ditembakkan ke arah kapal berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara angkatan laut Negeri Paman Sam.
“Serangan yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran," bunyi pernyataan resmi militer AS merespons serangan drone IRGC dilansir Times of Israel.

















