Jelang Puncak Mudik, Terminal Pulo Gebang Siapkan Langkah Antisipasi

- Terminal Pulo Gebang menyiapkan bus cadangan, posko terpadu, serta pemeriksaan ramp check dan kesehatan pengemudi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak arus mudik 17–18 Maret 2026.
- Program mudik gratis dari Kemenhub dan sejumlah perusahaan menambah kepadatan terminal dengan puluhan bus menuju berbagai kota di Jawa dan Sumatera, melayani ribuan pemudik secara cuma-cuma.
- Masyarakat memilih bus karena kenyamanan meningkat lewat fasilitas sleeper dan harga tiket yang tetap terjangkau meski naik 10–20 persen; keamanan dijaga lebih dari 70 petugas per shift.
Jakarta, IDN Times – Memasuki puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi terjadi pada 17-18 Maret 2026, Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi lonjakan penumpang.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada puncak arus mudik sebelumnya yang terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, tercatat 4.601 penumpang terlayani di terminal tersebut, dari total keseluruhan 26.508 penumpang per Senin (16/3/2026) pukul 15.59 WIB.
Salah satu langkah untuk mengantisipasi adalah menyediakan bus cadangan.
"Nanti bekerja sama dengan pihak agen atau perusahaan yang di sini untuk menyediakan bus cadangan apabila terjadi lonjakan penumpang," ujar Komandan Regu Dinas Perhubungan Anwar kepada IDN Times, Senin.
Anwar menambahkan, langkah ini diambil guna memastikan seluruh penumpang dapat terakomodasi, apabila jumlah pemudik melebihi kapasitas bus yang tersedia secara reguler.
Selain itu, berbagai fasilitas posko terpadu juga telah disiapkan untuk menunjang kelancaran dan keselamatan arus mudik.
1. Pemeriksaan ramp check dan kesehatan pengemudi serta pengguna

Fasilitas utama yang disorot dalam persiapan mudik kali ini adalah posko ramp check yang berada di area bawah terminal. Posko ini bertugas memastikan setiap bus yang akan berangkat dalam kondisi layak jalan, mulai dari kondisi ban yang tidak botak, kaca yang tidak pecah, hingga ketersediaan pemecah kaca di dalam bus.
Sebelum pelaksanaan ramp check utama, pihak terminal terlebih dahulu melakukan pra ramp check
"Kita ada pra ramp check namanya. Jadi sebelum kegiatan mudik ini, ada terlebih dahulu kita melakukan pra ramp check," kata Anwar.
Kegiatan pra ramp check ini bertujuan untuk mendeteksi lebih dini adanya kekurangan pada armada bus. Jika ditemukan masalah, pihak perusahaan bus akan segera diberikan informasi untuk melakukan perbaikan atau memenuhi kekurangan tersebut.
Sementara, untuk memastikan keselamatan perjalanan, terminal juga menyediakan fasilitas pengecekan kesehatan terhadap para pengemudi bus dan pengguna bus. Pengecekan ini memastikan pengemudi dan pemudik dalam kondisi sehat dan prima.
2. Terdapat 70 personel untuk pengamanan dan pelayanan

Di sisi lain, pengamanan dan pelayanan di terminal juga diperkuat puluhan personel. Setiap harinya, terdapat lebih dari 70 personel yang berjaga dalam satu shift, terdiri dari sekuriti internal dan petugas operasional.
Mereka juga dibantu anggota Pramuka dan organisasi masyarakat yang setiap tahun hadir untuk membantu penumpang yang mengalami kesulitan, baik dengan memberikan informasi maupun membantu mengangkat barang.
"Penumpang yang ada kesulitan mereka bisa bertanya kepada mereka juga, dan kadang memberikan jasa angkat-angkat barangnya kayak porter," pungkas Anwar.
3. Alasan masyarakat memilih bus sebagai moda transportasi selama mudik

Kemudian, terkait alasan masyarakat yang masih memilih bus sebagai moda transportasi mudik, Anwar menyebutkan, kenyamanan menjadi faktor utama. Menurutnya, berbagai perusahaan bus berlomba-lomba meningkatkan pelayanan. Fasilitas seperti bus sleeper yang memungkinkan penumpang untuk tidur, membuat pengalaman naik bus hampir setara dengan naik kereta atau pesawat.
"Dibandingkan naik yang lain, sekarang kan fasilitas bus itu sekarang udah setiap perusahaan bus itu berlomba-lomba memperbaiki pelayanan. Artinya dari segi kenyamanan, bus sekarang kan udah hampir sama kenyamannya dengan naik kereta atau pesawat. Karena ada yang fasilitas yang sleeper, bisa tidur," ujarnya.
Selain kenyamanan, faktor harga juga menjadi pertimbangan. Harga tiket bus dinilai masih terjangkau, meskipun pada momen Lebaran biasanya ada peningkatan sekitar 10 hingga 20 persen.
"Itu biasa, setiap ada momen-momen kayak gini biasanya ada penaikan," tambah Anwar.
Hal senada juga diungkap salah satu pemudik bernama Tini, 53 tahun. Dia mengatakan fasilitas yang modern dan memadai sekaranglah yang menjadi alasan dirinya dan keluarga memilih transportasi bus.
“Kalau sekarang karena fasilitasnya juga ya dan dibandingkan dengan transportasi lain, lebih murah,” ujarnya.


















